Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wagub Gorontalo Minta Peningkatan Standar Layanan Kesehatan Ibu Anak – lkipartaigolkar

Wagub Gorontalo Minta Peningkatan Standar Layanan Kesehatan Ibu Anak

Share your love

LKI Golkar – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta peningkatan standar layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) mengingat angka kematian ibu dan anak di provinsi setempat hingga April 2026 mencapai 17 kasus.

“Angka tersebut mendekati batas maksimal tahunan sebanyak 20 kasus dan menimbulkan kekhawatiran,” kata dia di Gorontalo, Kamis.

Ia melakukan pertemuan langsung dengan para tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan pemerintah daerah untuk menyikapi kondisi tersebut.

Menurut dia, tingginya kasus kematian ibu dan anak menunjukkan masih lemah upaya perlindungan kesehatan ibu dan anak.

Ia menilai capaian ini bertolak belakang dengan semangat Hari Kartini yang mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Perempuan Sehat, Indonesia Maju”.

“Kita perempuan-perempuan Indonesia, khususnya di Gorontalo, belum merdeka, masih prihatin,” katanya.

Idah menyoroti bahwa angka 17 kasus dalam kurun waktu Januari hingga April 2026 sebagai sinyal serius yang harus segera ditindaklanjuti.

“Dari kasus Januari sampai April, ada 17 kasus kematian ibu dan anak di Provinsi Gorontalo, padahal maksimal nya hanya 20 kasus per tahun. Tapi ini April sudah 17 kasus. Bagaimana ini?,” katanya.

Permasalahan kematian ibu dan anak tidak terlepas dari berbagai faktor, baik akses maupun pengetahuan masyarakat.

Idah mengingatkan bahwa pada masa lalu, kendala utama meliputi sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan serta masih tingginya praktik persalinan oleh tenaga non medis.

“Yang terjadi beberapa tahun lalu adalah akses jalan sulit dan masih banyak yang menggunakan dukun beranak serta belum ada pendamping dari tenaga kesehatan,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen, termasuk organisasi perempuan, tenaga medis, hingga pemerintah daerah, berperan aktif menekan angka kematian ibu dan anak.

Edukasi kepada masyarakat, baik melalui posyandu, puskesmas, maupun pendekatan langsung ke rumah warga, kata dia, harus intensif.

“Kita datangi ibu hamil sehingga bisa mencegah kematian ibu dan anak,” katanya.

Selain edukasi, ia menekankan perlunya evaluasi terhadap program kesehatan yang telah berjalan, seperti program e-BUP yang dinilai belum optimal.

Ia mendorong peningkatan kualitas layanan posyandu agar lebih menarik bagi masyarakat.

“Perlu adanya penyegaran tugas posyandu biar menarik sehingga anak-anak mau datang, termasuk peningkatan pemberian makanan tambahan,” kata dia.

Ia menyatakan komitmen untuk turut serta dalam upaya edukasi melalui berbagai media serta mendorong dukungan pemerintah daerah.

“Saya akan bantu melalui konten-konten saya dan juga akan menyampaikan kepada pemerintah daerah agar program kesehatan ini menjadi perhatian serius,” katanya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *