Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Proyek Hilirisasi I & II,Bahlil : Hilirisasi Alat Untuk Perkuat Kedaulatan Energi – lkipartaigolkar

Proyek Hilirisasi I & II,Bahlil : Hilirisasi Alat Untuk Perkuat Kedaulatan Energi

Share your love

LKI Golkar – Proyek strategis hilirisasi nasional telah memasuki fase eksekusi menyusul selesainya kajian mendalam oleh Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Proyek yang diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini merupakan tindak lanjut konkret dari feasibility study (FS) dari satgas yang diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk diimplementasikan.

Menteri ESDM sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa groundbreaking tahap I dan II membuktikan hasil kerja Satgas tidak berhenti pada tataran dokumen, melainkan langsung menjadi proyek investasi nyata.

“FS yang disusun Satgas menjadi landasan penting agar setiap proyek hilirisasi berjalan dengan hitungan yang matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara serta rakyat Indonesia,” ujar Bahlil dalam keterangannya, pada Rabu (29/4/2026).

Bahlil menjelaskan pembagian peran yang terukur: Satgas bertugas memastikan perencanaan dan kajian teknis yang kuat, sementara Danantara bertanggung jawab atas percepatan eksekusi investasi, proyek terealisasi, dan manfaatnya dirasakan mayarakat. Tujuannya yaitu agar proyek hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Kita tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi harus menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbesar penerimaan negara, membuka lapangan kerja, dan memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Adapun dari proyek hilirisasi yang telah groundbreaking pada tahap I dan tahap II, sebagian besar merupakan proyek strategis yang berada dalam lingkup sektor energi dan sumber daya mineral, mulai dari smelter alumina dan bauksit di Mempawah, fasilitas produksi bioavtur dan bioethanol, pembangunan kilang gasoline, fasilitas penyimpanan BBM, proyek Dimethyl Ether (DME), hingga hilirisasi nikel, baja karbon, aspal Buton, tembaga, emas, dan biodiesel sawit.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan koordinasi intensif dengan kementerian terkait terus dilakukan untuk memastikan proyek-proyek ini segera menciptakan industri baru dan lapangan kerja masif. Pada tahap kedua ini, proyek yang diresmikan mencakup pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, hingga hilirisasi tembaga dan emas di Gresik.

Khusus untuk fasilitas kilang gasoline, proyek ini diproyeksikan mampu menurunkan impor bensin nasional sebesar 10%. Sementara itu, proyek DME di Tanjung Enim menjadi strategi kunci untuk substitusi impor LPG yang saat ini 80% kebutuhannya masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *