Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Menteri Wihaji Temui Tokoh Adat Baduy, Bahas Pemberian MBG bagi Warga Baduy Dalam – lkipartaigolkar

Menteri Wihaji Temui Tokoh Adat Baduy, Bahas Pemberian MBG bagi Warga Baduy Dalam

Share your love

LKI Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, mengunjungi wilayah adat suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/4/2026).

Kedatangannya untuk mendiskusikan terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga Baduy Dalam.

Sebelum ke Baduy, Wihaji sebelumnya terlebih dahulu berkunjung memberikan bantuan kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan membuka Pelayanan KB Serentak di Kecamatan Leuwidamar.

“Setelah ini kami cek untuk Baduy Dalam karena itu warga negara, pemerintah harus hadir, saya diskusi dengan tokoh Baduy Dalam,” kata Wihaji kepada wartawan di Leuwidamar, Kamis.

Wihaji mengatakan, dia akan berada di Baduy Dalam dan menginap selama satu malam.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan usulan ke Wihaji jika warga Baduy bisa diberikan MBG dalam bentuk keringan.

“Seharusnya bisa enggak diberikan mentahnya saja karena belum tentu mereka, yang di Baduy Dalam, mau hasil masak (dari luar) karena mereka belum mau sekolah,” ujar Dimyati.

Kepala Desa Kanekes, Oom, saat dikonfirmasi membenarkan Wihaji telah datang ke Baduy Dalam pada Kamis sore.

Kedatangan mereka salah satunya untuk mendiskusikan terkait program MBG dari pemerintah.

“Betul tadi sudah datang via Cijahe, mau menginap di Baduy Dalam Kampung Cikeusik,” kata Oom kepada Kompas.com melalui sambungan telepon.

Terkait program MBG, Oom menyebut warga Baduy belum pernah mendapat MBG.

Memang pernah ada satu kali penyaluran, tetapi tidak jadi didistribusikan.

“Beberapa waktu lalu sempat akan ada, tetapi ditolak karena makanan basah, sementara dari kami maunya keringan saja karena faktor pendistribusian yang jauh ke dalam, khawatir basi dan tidak dimakan,” kata Oom.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *