Menperin Sarmuji Dorong Toyota Produksi Double Cabin untuk Ekspor ke Australia - lkipartaigolkar

Menperin Sarmuji Dorong Toyota Produksi Double Cabin untuk Ekspor ke Australia

Share your love

LKI Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong Toyota untuk mengembangkan produksi kendaraan pikap double cabin di Indonesia guna memenuhi pasar ekspor, termasuk Australia.

Menurutnya, Australia menjadi salah satu pasar potensial karena memiliki lokasi geografis yang relatif dekat dengan Indonesia. Kedua negara juga telah memiliki perjanjian perdagangan melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Misalnya Australia, masih banyak memperoleh pasokan mobil bukan dari Indonesia, melainkan dari negara tetangga kita. Padahal, jarak Indonesia ke Australia lebih dekat dan kita sudah memiliki perjanjian antara Indonesia dan Australia,” ujar Sarmuji di Jakarta, dikutip Rabu (28/10/2026).

Dengan kedekatan geografis tersebut, kendaraan yang diproduksi di Indonesia dinilai berpeluang memiliki daya saing dari sisi harga dan biaya logistik untuk menembus pasar Australia.

“Disampaikan bahwa Australia banyak mengambil kendaraan double cabin. Kami juga menyarankan agar kendaraan double cabin dapat diproduksi di Indonesia,” katanya.

Sarmuji menegaskan pemerintah terbuka untuk mendukung penguatan ekosistem industri dalam negeri apabila produksi kendaraan double cabin mulai dikembangkan di Indonesia.

“Jika ada kebutuhan untuk memperbaiki ekosistem produksi mobil double cabin, hal itu juga bisa kita lakukan,” jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan perusahaan akan terus berupaya memperluas pengiriman kendaraan ke pasar internasional, seiring dengan kinerja ekspor yang bertumbuh.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan ekspor, baik dari sisi jumlah model maupun negara tujuan. Hal tersebut akan terus kami tingkatkan,” ujar Nandi.

Meski demikian, Nandi menjelaskan kendaraan komersial Toyota, termasuk Hilux, selama ini diproduksi di Thailand karena negara tersebut telah memiliki ekosistem industri kendaraan komersial yang berkembang dalam waktu lama. Ekosistem tersebut ditopang oleh jaringan pemasok komponen dan industri pendukung yang terkonsentrasi di Thailand.

Adapun, Indonesia selama ini lebih banyak menjadi basis produksi kendaraan penumpang, terutama MPV, sekaligus memperkuat kapasitas manufaktur untuk segmen SUV.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan ekspor kendaraan utuh (completely built-up/CBU) mencapai 371.260 unit sepanjang Januari–September 2026. Realisasi tersebut turun 2,7% dibandingkan dengan 381.644 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Berbeda dengan tren nasional, ekspor mobil Toyota tumbuh 2,5% secara tahunan menjadi 223.696 unit selama Januari–September 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, pengiriman Toyota ke luar negeri tercatat sebanyak 218.162 unit. Dengan demikian, Toyota menyumbang sekitar 60,2% dari total ekspor CBU nasional.

Nandi mengatakan peningkatan pengiriman ke sejumlah kawasan turut menopang kinerja ekspor perusahaan. Ekspor Toyota ke kawasan Amerika meningkat 14,3%, sedangkan pengiriman ke Asia tumbuh 3,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *