Kolaborasi dengan IPB dan YKAN, Bupati Bulungan Syarwani Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Kelestarian Hutan - lkipartaigolkar

Kolaborasi dengan IPB dan YKAN, Bupati Bulungan Syarwani Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Kelestarian Hutan

Share your love

LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi dan lembaga konservasi untuk mendorong pembangunan hijau sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan kehutanan berbasis potensi lokal. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Bulungan, Syarwani, ke IPB University.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Lembaga Pengembangan Agro-Maritim dan Akselerasi Entrepreneurship (LPA2I) IPB University, Dr. Handian Purwangsa, S.Hut., M.Si., Direktur Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Herlina Hartanto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra strategis Pemkab Bulungan.

Syarwani menegaskan, pembangunan daerah harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Prinsip tersebut juga menjadi bagian dari arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulungan 2025–2029.

“Kami meyakini kemajuan Bulungan adalah sebuah keniscayaan, namun di sisi lain harus didukung dengan kondisi alam yang tetap terjaga. Ruang kolaborasi ini kami buka seluas-luasnya agar intervensi program di sektor pertanian dalam arti luas benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan tepat sasaran,” ujar Syarwani, dikutip dari radartarakan.

Ia berharap kerja sama dengan IPB University dan YKAN tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga melahirkan program nyata yang dapat diterapkan langsung oleh kelompok tani, masyarakat desa, dan pengelola kawasan perhutanan sosial.

Sementara itu, Kepala LPA2I IPB University, Dr. Handian Purwangsa, menyambut positif kolaborasi tersebut.

Menurutnya, salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah pemberdayaan masyarakat melalui agroforestri yang dipadukan dengan hilirisasi produk pertanian.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah melalui pengolahan pascapanen, pengembangan produk, dan perluasan akses pemasaran.

IPB University juga siap memberikan dukungan melalui penelitian, teknologi, inovasi, serta kajian kesesuaian lahan agar pengembangan pertanian dan kehutanan sosial di Bulungan lebih terarah.

“Pertemuan hari ini sangat krusial untuk menyelaraskan capaian evaluasi program CIC dengan rencana aktif program TFCA Kalimantan. Kami ingin memastikan setiap riset, inovasi, dan pendampingan berakar kuat pada kebutuhan masyarakat serta mendukung prioritas RPJMD Bulungan,” ungkap Handian.

Direktur YKAN, Herlina Hartanto, turut mengapresiasi komitmen Pemkab Bulungan dalam mengembangkan konservasi yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menyebutkan, sejak 2022 sejumlah program telah dijalankan, di antaranya penetapan 11 kawasan perhutanan sosial yang terdiri atas 10 hutan desa dan satu hutan adat.

Selain itu, terdapat pemberian insentif bagi lembaga pengelola hutan serta penguatan kelompok perempuan inspirasi dalam kegiatan restorasi lahan kritis di Desa Long Buang.

Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di bentang alam Kayan.

Memasuki tahap berikutnya, konsorsium LPA2I IPB University bersama sejumlah mitra tengah mempersiapkan program hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan.

Program yang direncanakan berlangsung selama 15 bulan itu difokuskan pada peningkatan produktivitas agroforestri di bentang alam Kayan.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat berupa peningkatan kapasitas, produktivitas, dan pengembangan usaha berbasis hasil hutan serta pertanian, tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Pemkab Bulungan berharap kolaborasi dengan IPB University, YKAN, dan mitra lainnya dapat mempercepat penerapan inovasi di tingkat desa.

Dengan demikian, pembangunan hijau tidak hanya berorientasi pada perlindungan hutan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *