Zigo Rolanda Kawal Anggaran Rp154,2 Miliar untuk Jalan dan Pasar di Tanah Datar - lkipartaigolkar

Zigo Rolanda Kawal Anggaran Rp154,2 Miliar untuk Jalan dan Pasar di Tanah Datar

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda tengah mengawal dua program pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Nilai total dari dua proyek strategis itu adalah Rp154,2 miliar.

Program tersebut meliputi penanganan lima ruas jalan melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) senilai Rp93,2 miliar dan rencana pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar dengan anggaran Rp61 miliar.

Zigo menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat harus dikawal agar pelaksanaannya sehingga berjalan sesuai rencana, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Tanah Datar.

Zigo berharap koordinasi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar pembangunan jalan dapat berjalan lancar.

“Melalui pengawalan anggaran jalan dan pembangunan pasar tersebut, Zigo berharap investasi infrastruktur senilai Rp154,2 miliar dapat menjadi pendorong peningkatan konektivitas, kelancaran mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi Tanah Datar,” kata Zigo, Padang, Selasa (3/11/2026), dikutip dari monitorindonesia.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta pentingnya kesiapan pemerintah daerah, dukungan masyarakat, serta sinergi seluruh pihak agar program yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi mengatakan, untuk pembangunan jalan, terdapat lima kegiatan yang terdiri dari tiga ruas jalan provinsi dan dua ruas jalan kabupaten dengan nilai Rp93,2 miliar.

Adapun pekerjaan yang direncanakan meliputi preservasi Jalan Simpang Bukit Gombak–Simpang Piliang–Batusangkar–Simpang Padang Siminyak sepanjang 5,8 kilometer dengan anggaran Rp18,1 miliar. Selanjutnya, preservasi Jalan Batusangkar–Simpur–Sungayang sepanjang 5,5 kilometer memperoleh alokasi Rp17,2 miliar

Pemerintah juga mengalokasikan Rp20,3 miliar untuk penanganan Jalan Simpang Baso–Piladang sepanjang 1,8 kilometer. Sementara itu, preservasi Jalan Guguk Cino–Sitangkai sepanjang 2,48 kilometer mendapatkan anggaran Rp18,2 miliar. Satu kegiatan lainnya adalah preservasi Jalan Batas Batusangkar (Bukit Gombak)–Guguk Cino

Menurut Friandi, usulan kegiatan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kemudian dievaluasi secara berjenjang oleh BPJN hingga tingkat direktorat sebelum dibahas dan difinalisasi bersama kementerian terkait serta Komisi V DPR RI. Saat ini, kelima kegiatan masih menjalani proses pengadaan melalui tender dan mini kompetisi dengan rencana pelaksanaan menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract

Keterbatasan waktu efektif pada tahun anggaran berjalan serta penyelesaian administrasi dan perizinan menjadi sejumlah pertimbangan dalam pelaksanaan program tersebut. BPJN memperkirakan pekerjaan fisik dapat dimulai pada akhir November apabila seluruh proses administrasi telah rampung.

Pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar

Untuk pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar, Zigo meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk segera melakukan komunikasi dengan para pedagang agar bisa mengosongkan pasar agar proyek yang telah direncanakan sejak 2015 itu bisa dilaksanakan.

Sebab, kata Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) itu, kesiapan lokasi merupakan faktor penting dalam proses kontrak dan pembangunan. Apabila proyek belum terkontrak hingga Mei, anggaran tersebut berpotensi dialihkan sehingga seluruh pihak diminta bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang masih menghambat.

Zigo juga mendorong pemerintah daerah, wali nagari, serta dinas terkait untuk segera berkomunikasi langsung dengan para pedagang. Menurutnya, sosialisasi tidak cukup hanya melalui surat, tetapi harus disertai penjelasan secara langsung mengenai rencana pembangunan, tahapan pekerjaan, serta penataan kios agar pedagang memahami manfaat dan konsekuensi dari proyek tersebut

“Sekarang kita ingin masuk ke tahap pelaksanaan. Tentu, pasarnya harus dikosongkan terlebih dahulu. Kalau bisa, satu atau dua hari ke depan, para pedagang dikumpulkan. Sampaikan bahwa ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pasar Batusangkar saat ini memiliki sekitar 80 kios, sedangkan pasar baru direncanakan menyediakan sekitar 112 kios. Dengan penambahan fasilitas tersebut, pembangunan diharapkan dapat menciptakan tempat berdagang yang lebih layak sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. 

“Bangun dulu pasarnya, baru kita bicarakan pembagian bloknya. Jangan belum dibangun, tetapi sudah ingin membagi-bagi kios,” tegasnya. Ia memperkirakan waktu pelaksanaan pembangunan pasar sekitar 12 bulan, meskipun proses administrasinya dapat melintasi dua tahun anggaran. Zigo berharap tidak ada lagi hambatan yang membuat rencana tersebut kembali tertunda. 

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *