Enter your email address below and subscribe to our newsletter

GKSB DPR RI-Parlemen Belarusia Dorong Penyeimbangan Neraca Dagang, Isfhan Taufik Munggaran Soroti Defisit USD 62 Juta - lkipartaigolkar

GKSB DPR RI-Parlemen Belarusia Dorong Penyeimbangan Neraca Dagang, Isfhan Taufik Munggaran Soroti Defisit USD 62 Juta

Share your love

LKI Golkar – Hubungan bilateral Indonesia dan Belarusia kembali menunjukkan tren positif setelah total perdagangan kedua negara pada 2025 tercatat mencapai USD 221,3 juta, atau meningkat 41,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di balik capaian tersebut, defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap Belarusia turut melebar hingga mencapai USD 62 juta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Belarusia, Isfhan Taufik Munggaran, menegaskan bahwa peningkatan volume perdagangan harus diiringi dengan strategi konkret untuk menyeimbangkan neraca dagang kedua negara. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia, Raman Ramanousky, di Gedung DPR RI.

Isfhan menyambut baik penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) Free Trade Agreement pada 21 Desember 2025, yang diyakini akan mendorong pertumbuhan hubungan dagang kedua negara secara signifikan. Namun ia menilai perlu adanya kerja sama yang saling menguntungkan untuk mengoreksi ketimpangan neraca dagang yang masih terjadi.

“Indonesia memiliki berbagai komoditas unggulan yang bisa memenuhi kebutuhan nasional Belarus, antara lain minyak sawit dan turunannya, kakao dan kopi, produk tekstil dan alas kaki, produk perikanan, karet alam, hingga furniture dan elektronik. Kami berharap ini menjadi momentum bagi kedua negara untuk mendapatkan win-win solution dalam menyeimbangkan neraca perdagangan,” ungkap Isfhan.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini mendorong agar Pemerintah Belarusia dapat memberikan data kebutuhan nasional terhadap komoditas unggulan Indonesia yang dapat diperdagangkan di masa mendatang. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah besar bagi kedua negara untuk memperoleh dampak positif pada sektor perdagangan secara berkelanjutan.

Di sektor pertanian, Isfhan mencatat bahwa pupuk potasium menjadi salah satu komoditas impor unggulan dari Belarusia yang penting untuk memperkuat industri hilir pertanian dan program ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan pentingnya modernisasi teknologi pertanian guna meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian Indonesia.

“Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Belarusia merupakan komitmen serius Indonesia dalam menjalin hubungan strategis dengan Belarusia. Di tengah turbulensi geopolitik dunia dan krisis energi global, kerja sama dan kolaborasi adalah cara terbaik untuk tetap bertahan dan saling mendukung antar negara,” tegas Isfhan.

GKSB DPR RI-Parlemen Belarusia akan terus mengawal penguatan hubungan antar parlemen kedua negara, termasuk melalui agenda kunjungan timbal balik antara DPR RI dan Parlemen Belarusia di Minsk dan Jakarta.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *