Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Bahlil Dorong Penguatan Infrastruktur Energi di Wilayah 3T – lkipartaigolkar

Bahlil Dorong Penguatan Infrastruktur Energi di Wilayah 3T

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pembangunan infrastruktur energi kawasan ASEAN harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Persoalan tersebut kembali disuarakan Indonesia dalam Special BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) Leaders Summit di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).

Menurut Bahlil, kerja sama subregional tidak hanya berfokus pada konektivitas antarnegara, tetapi juga harus mampu menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke daerah paling terpencil.

“Pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada 1994 untuk mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara anggota,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan, forum BIMP-EAGA menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan, terutama melalui proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terpencil memperoleh akses energi yang lebih baik, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi, sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Bahlil.

Dorongan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dalam forum yang sama menekankan pentingnya percepatan pembangunan jaringan energi kawasan ASEAN di tengah ketidakpastian global.

Presiden Prabowo menilai ketahanan energi dan pangan bukan lagi isu masa depan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dijawab melalui kerja sama konkret antarnegara.

Kepala negara juga mendorong langkah nyata untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Sejumlah agenda strategis yang disoroti, antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Prabowo turut mencontohkan berbagai program yang tengah dijalankan Indonesia untuk mempercepat transisi energi nasional, khususnya melalui pengembangan energi surya dalam skala besar.

Selain pengembangan energi bersih, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi di kawasan dapat berjalan lebih efisien dan andal.

Prabowo menilai agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, penguatan kapasitas teknis, serta kemitraan yang semakin erat dengan para mitra pembangunan regional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Indonesia memandang forum BIMP-EAGA sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi energi lintas negara, sekaligus memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

“Arahan Bapak Presiden sangat jelas, penguatan jaringan energi kawasan dan pengembangan energi bersih harus berjalan paralel agar ketahanan energi ASEAN semakin kuat, sementara masyarakat di daerah remote area dapat mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik,” pungkas Bahlil.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *