
Waka Komisi I DPR Dave Laksono: Keselamatan Jemaah Umrah Indonesia Harus Menjadi Prioritas
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menaruh perhatian terhadap perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi menyusul laporan serangan kelompok Houthi ke sejumlah titik, termasuk fasilitas penerbangan, pada 8 dan 9 Oktober 2026. Perkembangan ini perlu dicermati, mengingat Arab Saudi menjadi tujuan ibadah bagi banyak jemaah umrah Indonesia.
Menurut Dave, keselamatan jemaah harus menjadi perhatian utama. Pemantauan situasi dan penyampaian informasi yang akurat diperlukan agar jemaah dapat memahami perkembangan keamanan dan mengambil langkah yang tepat sesuai arahan resmi.
“Jemaah umrah kita berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah. Saya mengimbau seluruh jemaah agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, serta mematuhi arahan otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia,” ujar Dave.
Ia mengapresiasi langkah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah dalam memantau situasi serta menjalin komunikasi dengan komunitas WNI. Menurutnya, koordinasi yang baik antara perwakilan RI, jemaah, dan penyelenggara perjalanan umrah penting untuk mendukung keselamatan jemaah, terutama apabila terjadi perubahan kondisi keamanan maupun jadwal penerbangan.
“Penyelenggara perjalanan umrah perlu memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dan memberikan informasi yang jelas. Jika terjadi perubahan jadwal atau kendala perjalanan, jemaah harus memperoleh penjelasan yang memadai serta mengetahui saluran komunikasi untuk mendapatkan bantuan,” katanya.
Perhatian juga perlu diberikan kepada calon jemaah yang belum berangkat. Dave menilai, perkembangan keamanan dan operasional penerbangan perlu dicermati agar keputusan perjalanan didasarkan pada informasi terkini. Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan pihak terkait juga penting untuk mendukung langkah perlindungan bagi WNI apabila situasi berubah.
Dave turut mengapresiasi peran Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia. Ia mengimbau jemaah dan keluarga di Tanah Air agar merujuk pada pengumuman resmi pemerintah, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta informasi dari penyelenggara perjalanan yang bertanggung jawab, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Dalam situasi seperti ini, ketenangan dan kewaspadaan harus berjalan beriringan. Kita perlu mendukung langkah perlindungan yang dilakukan pemerintah, sekaligus menjaga komunikasi agar jemaah memperoleh informasi dan bantuan yang diperlukan,” tegasnya.
Dave menambahkan, Komisi I DPR RI mencermati perkembangan ini sebagai bagian dari perhatian terhadap perlindungan WNI di luar negeri. Keselamatan jemaah perlu didukung melalui koordinasi antarlembaga, komunikasi yang efektif, dan langkah antisipatif sesuai perkembangan situasi.
“Prioritas kita adalah keselamatan jemaah umrah Indonesia. Saya berharap mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air sesuai rencana. Tetap tenang, patuhi arahan resmi, dan ikuti perkembangan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” tutup Dave.



