
Blank Spot 200 Km, Anggota DPR RI Elita Budiati Dorong Penguatan Jaringan Komunikasi di Kaltim
Share your love
LKI Golkar – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Elita Budiati, menyoroti persoalan wilayah tanpa jaringan komunikasi atau blank spot sepanjang sekitar 200 kilometer di Kalimantan Timur.
Persoalan tersebut dinilai perlu segera ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi lintas instansi, mengingat keterbatasan jaringan tidak hanya berdampak pada akses komunikasi masyarakat, tetapi juga kebutuhan pertukaran informasi dan pemantauan di wilayah strategis.
Elita mengatakan, penanganan masalah konektivitas tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, agar solusi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.
“Mungkin ini kan perlu ada koordinasi dengan instansi atau kementerian lain,” ujar Elita.
Menurutnya, penguatan jaringan komunikasi perlu berjalan seiring dengan koordinasi antarlembaga dan kesiapan pemantauan wilayah.
Dalam konteks Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, ketersediaan jaringan komunikasi juga dinilai penting karena wilayah kerjanya mencakup jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Karena itu, keterlibatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama instansi terkait menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.
Penanganan blank spot di Kalimantan Timur diharapkan tidak hanya meningkatkan akses komunikasi masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran pertukaran informasi serta kebutuhan pemantauan di kawasan strategis.
Koordinasi lintas instansi menjadi penting agar persoalan keterbatasan jaringan dapat ditangani secara terarah sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.



