
Wali Kota Tangerang Ajak Warga Manfaatkan CKG Temukan Potensi Gangguan Kesehatan
Share your love
LKI Golkar – Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak masyarakat setempat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menemukan potensi gangguan kesehatan lebih cepat sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Wali Kota Sachrudin di Tangerang, Selasa, juga meminta para orang tua mengajak anak-anaknya untuk mengikuti program CKG.
“Jangan tunggu anak sakit baru diperiksa. Melalui CKG, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan anak lebih awal, sehingga kalau ada yang perlu ditangani bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat layanan kesehatan anak sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Ia menjelaskan bahwa memastikan kesehatan anak sejak usia sekolah tidak kalah penting dengan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang baik.
Sebab, ujarnya, kondisi kesehatan turut menentukan kemampuan anak mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensi.
“Anak yang sehat akan lebih siap belajar dan berkembang. Karena itu, kesehatan anak harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua dan sekolah,” ujarnya.
Sachrudin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga karena membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam kondisi sehat dan mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Karena kesehatan hari ini adalah investasi untuk kualitas generasi Kota Tangerang di masa depan,” katanya.
Dari target 926.384 jiwa, hingga 31 Juli 2026 tercatat 747.455 warga setempat telah memanfaatkan layanan CKG. Capaian ini sekaligus menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan jumlah peserta CKG tertinggi di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan CKG mencakup pemeriksaan kondisi fisik, tanda vital, status gizi, hingga skrining penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan masyarakat.
“Dalam CKG, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan untuk mengetahui status gizi, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga skrining berbagai penyakit sesuai kelompok usia,” ujarnya.
Selain itu, layanan CKG dilengkapi dengan skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan penglihatan, deteksi dini kanker pada perempuan, serta skrining Tuberkulosis (TBC).
“Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan faktor risiko atau indikasi penyakit, masyarakat akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan di puskesmas,” ujarnya.



