Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wali Kota Mataram Salurkan Bantuan Puluhan Juta untuk Perbaikan MTs Badrussalam NW Sekarbela - lkipartaigolkar

Wali Kota Mataram Salurkan Bantuan Puluhan Juta untuk Perbaikan MTs Badrussalam NW Sekarbela

Share your love

LKI Golkar – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, meninjau langsung lokasi ambruknya bangunan di MTs Badrussalam NW Sekarbela, Selasa (23/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Mataram menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung percepatan renovasi ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Mohan Roliskana mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap musibah yang terjadi di madrasah yang berlokasi di Gang Al Musthofa, Sekarbela. Selain bantuan dana, Pemerintah Kota Mataram juga akan melakukan perhitungan kebutuhan perbaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Sosial. “Masih di hitung dulu oleh Dinas PU dan Dinas Sosial juga akan bantu,” katanya, Selasa (23/6/2026).

Diketahui, atap bangunan sekolah tersebut ambruk pada Sabtu (20/6). Peristiwa itu terjadi setelah seluruh kegiatan belajar mengajar berakhir sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Mohan berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas pendidikan, termasuk penerimaan peserta didik baru, tidak terganggu.

“Harapan kita, perbaikan ini bisa dilakukan dengan cepat. Kami ingin memastikan pelayanan untuk murid baru tidak terganggu dan anak-anak bisa segera melaksanakan proses belajar mengajar tanpa kendala,” ujarnya.

Ia menegaskan bantuan yang diberikan bertujuan mempercepat dimulainya proses renovasi gedung. “Apalagi sekarang penerimaan siswa baru sudah dimulai lagi,” jelasnya. Mohan juga telah menginstruksikan Dinas PUPR dan Dinas Sosial Kota Mataram untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan. “Kami minta tim teknis menghitung kebutuhan total strukturalnya agar rekonstruksi nanti memenuhi standar keselamatan yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTs Badrussalam NW Sekarbela, Istiarah, menjelaskan satu ruang kelas mengalami kerusakan total pada bagian atap, sementara satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan sebagian. Menurutnya, bangunan tersebut telah berusia cukup tua karena dibangun pada 1984 dan terakhir mendapat perbaikan pada 1995.

Ia mengungkapkan tanda-tanda kerusakan sebenarnya telah terlihat beberapa bulan sebelum kejadian. “Tanda-tanda kerusakan sudah terlihat beberapa bulan lalu, di mana struktur genteng mulai melengkung. Kami sempat mengosongkan ruangan tersebut karena khawatir,” jelasnya. Namun, ruangan tersebut kembali digunakan untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Akibat peristiwa tersebut, pihak sekolah memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp500 juta. “Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp 500 juta, meliputi kerusakan struktur bangunan serta fasilitas belajar seperti bangku, meja, dan kipas angin,” pungkasnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *