
Wagub Surya Sebut Sumut Berpotensi Tembus Pasar Global, Syaratnya Dikelola Optimal
Share your love
LKI Golkar – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam, melainkan harus bertumpu pada ide, kreativitas, dan inovasi anak bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Surya saat menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).
Konferensi yang berlangsung 21-23 Oktober 2026 ini mempertemukan jejaring ekonomi kreatif tingkat nasional maupun global.
“Ekonomi kreatif tidak bergantung pada sumber daya alam semata, tetapi bertumpu pada ide, kreativitas, dan inovasi anak bangsa. Dengan berkembangnya ekonomi kreatif, kita mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat identitas budaya,” kata Surya.
Menurut Surya, Sumut memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar dan berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional. Namun, peluang itu hanya bisa terwujud apabila potensi tersebut dikelola secara optimal.
Karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk membangun ekosistem yang mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi.
Surya juga menilai keberadaan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) sangat strategis sebagai wadah kolaborasi sekaligus pusat inovasi. Dengan sinergi yang kuat, ia berharap potensi ekonomi kreatif Sumut semakin berkembang dan berdaya saing lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyoroti pentingnya memperluas kesempatan bagi talenta kreatif di berbagai belahan dunia. Menurutnya, bakat dapat ditemukan di mana saja, tetapi kesempatan untuk mengembangkannya belum tersedia secara merata.
“Bakat ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak,” ujarnya.
Pesan itu menegaskan perlunya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif, terutama bagi pelaku kreatif dari negara berkembang, agar mereka punya ruang lebih luas untuk berkarya, memperoleh akses pasar, dan bersaing di tingkat global.
Pengembangan sektor ini, lanjutnya, membutuhkan dukungan kebijakan, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas negara.
WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”. Forum ini melibatkan pemerintah, pelaku industri kreatif, kreator, akademisi, hingga investor.
Salah satu agenda utamanya adalah penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong ekonomi kreatif menempati posisi lebih strategis dalam agenda pembangunan global setelah periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berakhir pada 2030.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi internasional yang lebih kuat serta terbukanya akses dan peluang pasar baru bagi kreator Indonesia, sehingga kreativitas menjadi kekuatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



