Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wabup Intan Minta Guru PAUD Siapkan Generasi Alpha, Jangan Hanya Ajarkan Calistung - lkipartaigolkar

Wabup Intan Minta Guru PAUD Siapkan Generasi Alpha, Jangan Hanya Ajarkan Calistung

Share your love

LKI Golkar – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan tugas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak boleh berhenti pada kemampuan mengajarkan anak membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Guru dituntut mampu membentuk karakter serta membekali Generasi Alpha dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.

Penegasan itu disampaikan Intan saat membuka Workshop Pengembangan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Strategi Pembelajaran Mendongeng bagi guru PAUD di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, anak-anak PAUD saat ini merupakan Generasi Alpha yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, pola pembelajaran harus ikut berubah agar mampu melahirkan generasi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.

“Anak-anak yang hari ini duduk di bangku PAUD adalah Generasi Alpha yang tumbuh di era teknologi digital. Tugas kita bukan hanya membuat mereka pintar membaca atau berhitung, tetapi harus menyiapkan mereka menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, mudah beradaptasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tegas Intan.

Ia menilai profesi guru PAUD memiliki peran strategis karena menjadi fondasi pembentukan karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi di dalam kelas, tetapi harus menjadi pendamping yang mampu menggali potensi setiap anak.

“Guru PAUD bukan hanya orang yang mengajar di depan kelas, tetapi menjadi mitra belajar bagi anak-anak. Menemani mereka bertumbuh, mendengarkan, memberi ruang untuk bertanya, mengapresiasi setiap usaha mereka, dan membantu mereka menemukan potensi terbaik yang dimiliki,” ujarnya.

Intan juga menyoroti pentingnya penerapan metode Deep Learning melalui strategi mendongeng. Ia mengatakan pendekatan tersebut mampu membuat proses belajar lebih menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak dini.

“Belajar tidak harus selalu serius dan kaku. Lewat cerita, anak-anak bisa belajar kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, keberanian, sekaligus mengembangkan imajinasi, kemampuan berbahasa, dan cara berpikir mereka,” katanya.

Ia berpesan agar seluruh peserta tidak sekadar mengikuti workshop sebagai kegiatan seremonial, melainkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan membawa pulang inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

“Saya yakin, ketika guru terus belajar, kualitas pendidikan juga akan terus meningkat. Apa yang bapak dan ibu tanamkan hari ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak kita,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Muzayanah, M.Pd, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD, termasuk melalui dukungan program penyetaraan pendidikan S1.

“Di sini banyak guru yang mengikuti program penyetaraan S1 PAUD yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah, dari Pasar Kemis dan Rajeg saja sudah banyak, apalagi jika dihitung se-Kabupaten Tangerang. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang selalu memperhatikan guru-guru PAUD,” katanya. 

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *