
TPP Tak Dipangkas; Neni Minta Pegawai Juga Turun Lapangan, Jangan Andalkan Kepala Daerah
Share your love
LKI Golkar – Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar kerja secara maksimal khususnya dalam melaksanakan program unggulan kepala daerah.
Tuntutan ini selaras karena hak Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun ini tak dipangkas oleh pemerintah.
Menurut Neni, sudah selayaknya peran dan tanggung jawab para ASN di Bontang lebih ditingkatkan sebab hak tetap dipenuhi walaupun kondisi keuangan daerah sedang alami penyusutan.
Di tengah prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kemarin, Neni mengatakan, tugas pegawai bisa bekerja atau terjun langsung menyelesaikan masalah. Tanpa harus menunggu wali kota yang menemukan persoalan itu.
Menurutnya, program unggulan pemerintah saat ini seperti wajib belajar 13 tahun, tengok tetangga, bahkan monitoring anak putus sekolah, warga terlantar, hingga infrastruktur yang masih banyak butuh perbaikan sebenarnya bisa dilakukan oleh pegawai. Tanpa harus menunggu walikota atau wawali turun ke lapangan.
“Jangan cuman wali kota dan wakil yang turun. Semua pejabat bisa turun. Indeks Pembangunan Manusia kita tinggi tapi harus semua punya tanggung jawab,” ucap Neni.
Lebih lanjut, ihwal kinerja ASN saat ini Neni optimis masih berada d ijalur yang kooperatif. Semua menjalankan tugas. Meski harus ada instruksi terlebih dahulu.
“Kalau diluhat sampai saat ini semua berjalan baik. Tapi harus ditingkatkan,” tuturnya.
Neni juga menyinggung dalam sambutan Pelantikan kemarin terkait integritas ASN. Pejabat dilarang membuat kesalahan disiplin yang berpotensi membuat gaduh publik.
“Amanah harus dijalankan. Disiplin harus tetap di jaga. Agar bisa mewujudkan integritas yang tinggi,” pungkasnya.



