
Seragam Gratis di Batang Kini Jangkau Sekolah Swasta, Bupati Faiz Siapkan Rp 4,5 Miliar
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperluas cakupan program seragam sekolah gratis pada Tahun Ajaran 2026/2027. Jika pada tahun sebelumnya hanya menyasar siswa sekolah negeri, kini program tersebut juga menjangkau siswa sekolah swasta dan madrasah.
Melalui program yang didanai dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tersebut, Pemkab Batang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar untuk membantu pengadaan seragam bagi siswa baru jenjang SD dan SMP.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, perluasan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat saat memasuki tahun ajaran baru.
“Hari ini kami membagikan seragam gratis kepada seluruh siswa SMP kelas VII di Kabupaten Batang, baik negeri maupun swasta. Semuanya mendapatkan seragam putih dan biru tua. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Faiz saat menyerahkan bantuan secara simbolis di SMP Negeri 2 Tulis, Kabupaten Batang, Selasa.
Program tersebut menyasar seluruh peserta didik baru kelas I SD dan kelas VII SMP di Kabupaten Batang. Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 125.000 per siswa SD dan Rp 150.000 per siswa SMP. Secara rinci, bantuan diberikan kepada 14.225 siswa SD negeri dengan anggaran Rp 1,78 miliar serta 672 siswa SD swasta senilai Rp 84 juta.
Sementara itu, di jenjang SMP, sebanyak 24.200 siswa negeri dan swasta menerima bantuan dengan total anggaran Rp 3,63 miliar.
Ringankan beban orangtua Menurut Faiz, program seragam gratis tidak hanya bertujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga, tetapi juga membangun rasa percaya diri siswa saat memulai tahun ajaran baru.
“Yang pertama tentu untuk meringankan beban orang tua karena saat tahun ajaran baru kebutuhan keluarga cukup banyak. Yang kedua, kami ingin memastikan seluruh anak memiliki rasa percaya diri yang sama dengan menggunakan seragam baru,” katanya.
Faiz berharap tidak ada lagi siswa yang merasa minder karena mengenakan seragam yang sudah usang.
“Jangan sampai ada anak yang merasa kurang percaya diri karena seragamnya sudah lusuh. Kami ingin semua anak berangkat ke sekolah dengan semangat yang sama,” ucapnya.
Selain membantu masyarakat, program tersebut juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian daerah. Faiz meminta pengadaan seragam melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar masing-masing sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, bantuan tahap awal baru mencakup satu setel seragam utama, yakni merah putih untuk siswa SD dan putih biru untuk siswa SMP.
“Anggarannya baru mencukupi untuk itu. Nilainya Rp 125 ribu untuk SD dan Rp 150 ribu untuk SMP,” jelas Bambang.
Ia menegaskan arahan bupati agar setiap sekolah membeli seragam dari UMKM di wilayahnya masing-masing sehingga manfaat program turut dirasakan pelaku usaha lokal.
“Penekanan Pak Bupati, seragam sekolah dibuat oleh UMKM setempat. Misalnya sekolahnya di Kecamatan Bawang, ya belinya di UMKM sekitar Bawang. Jangan sampai sekolahnya di Bawang tetapi belinya di Batang, atau Batang belinya di Gringsing, apalagi sampai Pemalang. Itu jangan, harus sesuai kearifan lokal masing-masing,” ujarnya.
Disambut positif orangtua dan siswa Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Yanti (41), warga Kelurahan Kauman, mengaku sangat terbantu karena tahun ini dua anaknya masuk jenjang SD dan SMP.
“Kita hanya beli seragam pramuka, olahraga, dan batik identitas sekolah. Sangat membantu sekali,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Iqbal, siswa baru SMP Negeri 2 Tulis. Menurutnya, bantuan seragam gratis membuatnya semakin bersemangat menjalani tahun ajaran baru.
“Saya sangat senang mendapat seragam gratis. Ini sangat membantu orangtua saya karena kebutuhan sehari-hari memang cukup berat. Dengan seragam baru ini saya jadi lebih semangat bersekolah dan belajar dengan tekun,” ucap Iqbal.
Melalui perluasan program tersebut, Pemkab Batang berharap pemerataan akses pendidikan semakin meningkat sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.
“Selain memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi,” imbuh Bupati Faiz.



