Enter your email address below and subscribe to our newsletter

PBPI Kota Kediri Resmi Dilantik, Ini Pesan Walkot Vinanda – lkipartaigolkar

PBPI Kota Kediri Resmi Dilantik, Ini Pesan Walkot Vinanda

Share your love

LKI Golkar – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Kediri resmi dilantik di Fede Padel Club, Jumat (1/5/2026). Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah awal pengembangan olahraga padel di Kota Kediri dengan target mencetak atlet untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat.


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir langsung dalam pelantikan dan menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan olahraga padel di daerahnya. Ia menilai, meski masih tergolong baru di Indonesia, padel memiliki peluang besar untuk berkembang.

“Olahraga padel ini masih baru dan jumlah atlet di tingkat nasional juga masih terbatas. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan olahraga padel agar semakin dikenal masyarakat,” kata Vinanda, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap padel di Kediri cukup tinggi. Hal itu terlihat dari tingginya tingkat penggunaan lapangan, khususnya di kawasan Jalan Erlangga.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saya melihat setiap hari, khususnya di kawasan Jalan Erlangga, mulai pukul 06.00 pagi hingga sekitar pukul 22.00 malam, lapangan padel hampir selalu penuh. Bahkan untuk pemesanan lapangan harus dilakukan minimal H-1 karena jadwal sudah penuh,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Menurutnya, pengembangan padel tidak boleh hanya menyasar kalangan dewasa.

“Pembinaan harus dimulai sejak usia sekolah, mulai TK, SD hingga remaja. Diperlukan strategi dan pendampingan yang tepat agar anak-anak muda bisa berkembang dan memiliki kemampuan sejak dini,” ungkapnya.

Ketua PBPI Kota Kediri Sam Sonata Hermawan menyatakan pihaknya siap menyiapkan program pembinaan berjenjang untuk mendukung target tersebut.

“Semua kelompok usia akan kami fasilitasi untuk melihat dan mengembangkan potensi atlet sejak dini,” ujar Sam, yang berencana membentuk akademi padel berjenjang mulai kelompok usia di bawah 10 tahun, 14 tahun, hingga 16 tahun.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pembinaan atlet.

“Dukungan orang tua juga sangat penting. Kalau orang tua menyukai olahraga padel, biasanya anak-anak juga akan tertarik ikut bermain,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Timur Rudie Riesdianto berharap Kota Kediri bisa menjadi pusat pengembangan padel di Jawa Timur sekaligus berkontribusi di tingkat nasional.

“Padel harus menjadi olahraga untuk semua kalangan. Kota Kediri diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan padel sekaligus contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *