
Mishbakhun Ketua Komisi XI : Pengesahan Gubernur BI Dijadwalkan 1 September 2026
Share your love
LKI Golkar – Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa pengesahan Gubernur, Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan dilakukan pada 1 September 2026 yang akan datang.
“Nanti di Paripurna tanggal 1 September,” kata Misbakhun kepada Bloomberg Technoz, Kamis (27/8/2026).
Sebagai informasi, uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bagi calon Gubernur dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sementara itu, jadwal fit and proper test bagi calon Deputi Gubernur BI akan dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026). Artinya, pada hari ini calon deputi gubernur BI yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) yaki Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori akan dilakukan hari ini.
Sebelumnya, Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan tiga misi dan lima inisiatif strategis yang akan dijalankannya jika mendapat amanah menjadi Gubernur BI.
Hal tersebut disampaikan Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
“Dan visi tersebut akan dicapai melalui tiga misi. Yang pertama menjaga stabilitas sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Destry.
Maksudnya misi ini ini mencakup pencapaian stabilitas nilai rupiah, pemeliharaan stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.
Kedua, sejalan dengan misi yang pertama yakni berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Destry menilai stabilitas yang kuat dapat memberikan kepastian berusaha dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, stabilitas dan pertumbuhan harus berjalan secara seimbang dan berkesinambungan.
Sementara misi ketiga adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih.
Sementara, Calon Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman memaparkan delapan misi atau program kerja dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Kedelapan program tersebut dibagi menjadi dua yakni satu program kerja yang menjadi fokus utama dan harus dilakukan segera dan tujuh program kerja penajaman .
“Yang satu yang penting ini adalah sinergi kebijakan nasional dan Bank Indonesia yang dilandasi dengan komunikasi yang efektif,” kata Aida.
Aida menyebut ada lima bidang hal ini meliputi lima bidang sinergi yakni sinergi fiskal-moneter, stabilitas inflasi, pembiayaan, struktur ekonomi dan persepsi yang positif.



