Menteri ESDM Bahlil: Harga BBM Subsidi Tetap untuk Jaga Daya Beli Masyarakat - lkipartaigolkar

Menteri ESDM Bahlil: Harga BBM Subsidi Tetap untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.

“Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat.

Bahlil mengatakan pemerintah mengambil keputusan tersebut di tengah kenaikan harga minyak dunia. Menurut dia, kebijakan itu memang menambah beban subsidi, tetapi pemerintah tetap memprioritaskan daya beli masyarakat.

“Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Bahlil menyebut pemerintah dapat menambah anggaran subsidi untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran 106–108 dolar AS per barel. Sementara rata-rata ICP Januari–September 2026 mencapai 85–90 dolar AS per barel.

Hingga awal September 2026, pemerintah mempertahankan harga Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.

Dalam APBN 2026, pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp210,1 triliun. Jika ditambah kompensasi, alokasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp381,3 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga semester I 2026 mencapai Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN. Realisasi itu meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pemerintah juga mencatat volume penyaluran BBM meningkat 7,8 persen pada semester I 2026.

Selain menjaga harga, pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran BBM bersubsidi. Bahlil mengatakan pemerintah masih menunggu validitas data untuk mengendalikan penyaluran Pertalite kepada kelompok masyarakat desil 9 dan 10.

Pemerintah menetapkan asumsi ICP dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel. Di tengah harga minyak yang lebih tinggi dari asumsi tersebut, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *