Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Legislator Golkar Soroti Keamanan Logistik dari Tragedi Kereta di Bekasi – lkipartaigolkar

Legislator Golkar Soroti Keamanan Logistik dari Tragedi Kereta di Bekasi

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, menyoroti pentingnya jaminan keamanan logistik dari tragedi kereta api di Bekasi Timur.

“APBN 2026 harus memprioritaskan ini demi keamanan logistik nasional,” kata Gandung dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).

Keamanan distribusi barang-barang via kereta api adalah aktivitas ekonomi penting yang menyerap banyak tenaga kerja dan berhubungan dengan banyak orang.

“Industri manufaktur adalah penopang PDB (Produk Domestik Bruto) dan penyerap tenaga kerja terbesar. Satu hari jalur KA lumpuh, kerugian industri bisa triliunan. Jangan tunggu korban berikutnya baru berbenah,” sambung Gandung.

Gandung menyarankan mitigasi rantai pasok. Kementerian Perindustrian dan KAI Logistik perlu segera membuka posko krisis untuk mengalihkan pengiriman barang manufaktur via skema darurat.

Menurutnya, perlintasan sebidang terlebih di kawasan industri harus segera diganti jalan layang (flyover) atau jalan kolong (underpass).

Serukan audit total

Dia menyerukan audit total keselamatan perkeretaapian usai kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

“Audit keselamatan total. Pemerintah dan KAI harus evaluasi sistemik, terutama pengawasan lintasan dan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan,” ujar Gandung Gandung menyampaikan, tabrakan ini memicu gangguan operasional KRL dan membatalkan jadwal sejumlah kereta api jarak jauh.

Dia menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan yang menelan korban jiwa sebanyak 16 orang meninggal dunia tersebut. “Tentunya ini menjadi warning bagi kita semua,” imbuhnya.

Kronologi kecelakaan maut Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A jurusan Jakarta-Cikarang, pada Senin (27/4/2026) malam menimbulkan duka mendalam.

Tragedi itu mengakibatkan 16 penumpang di dalam KRL meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyebutkan, tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL diduga bermula dari insiden di pelintasan sebidang yang berjarak sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” ujar Bobby saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Peristiwa awal juga dibenarkan oleh Askhin Burhan, warga Bekasi sekaligus relawan pelintasan. Ia menyebut sebuah mobil taksi listrik Green SM sempat menerobos palang pintu sebelum akhirnya mogok di tengah rel.

“Iya kondisi palang sudah ditutup, tapi taksi maksa jalan, nerobos palang pintu, nah pas di tengah itu mogok,” ujar Askhin di lokasi kejadian, Selasa.

Ia menambahkan, kendaraan tersebut tidak sempat dipindahkan sampai akhirnya tertabrak KRL.

Peristiwa ini kemudian mengganggu perjalanan kereta lainnya. KRL PLB 5568A jurusan Jakarta-Cikarang tak bisa melanjutkan perjalanan dan terhenti di Stasiun Bekasi Timur, sampai akhirnya tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *