Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Legislator Golkar Apresiasi Kementerian ESDM Dalam Koordinasi Pemulihan Layanan Listrik di Jawa - lkipartaigolkar

Legislator Golkar Apresiasi Kementerian ESDM Dalam Koordinasi Pemulihan Layanan Listrik di Jawa

Share your love

LKI Golkar – Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi Partai Golkar, Rusli Habibie menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gangguan kelistrikan di Pulau Jawa tersebut. Namun ia mengapresiasi langkah cepat Kementerian ESDM melalui Ditjen Minerba bersama PLN yang terus melakukan koordinasi dan percepatan pemulihan

“Alhamdulillah kondisi kelistrikan di Jawa mulai membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih normal,” kata Rusli dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis 25 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pengawasan Komisi XII DPR RI serta penjelasan pemerintah, gangguan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batubara.

“Tantangan yang dihadapi lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan batubara berkalori menengah untuk proses blending, percepatan distribusi ke sejumlah pembangkit, serta adanya faktor teknis pada beberapa unit pembangkit yang memerlukan pemeliharaan dan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Oleh karena itu, Rusli meminta persoalan yang terjadi perlu dilihat secara utuh dan komprehensif.

“Komisi XII DPR RI akan terus mendukung langkah-langkah pemerintah sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar keandalan sistem ketenagalistrikan nasional terus meningkat. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh layanan listrik yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri ESDM, Bahlil Lahadia mengatakan telah membedah tiga masalah utama terkait pasokan energi, termasuk kendala pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan pemenuhan batubara.

“Kami juga tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya terkait dengan listrik. Dan tadi, sama-sama Dirut PLN juga sudah kita bedah, ada tiga masalah. Satunya itu adalah menyangkut PLTG yang di awal. Yang kedua itu adalah pemenuhan terhadap batubara high calorie yang medium,” kata Menteri Bahlil di Istana Negara baru-baru ini.

Ia merinci, total konsumsi batubara PLN setiap tahun mencapai 154 juta ton, sedangkan penugasan Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang mencapai 180 juta hingga 190 juta ton. Dari total volume penugasan tersebut, kontrak yang sudah diikat oleh PLN baru menyerap 134 juta ton.

“Sebenarnya secara kontrak PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya no issue. Ternyata yang PLN keluhkan itu atau PLN minta itu adalah kalori yang medium untuk blending,” ujarnya.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *