
Ketum Bahlil Lantik Pengurus Golkar Bali, Tegaskan Golkar Partai Terbuka, Ajak Gen Z Bergabung Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat
Share your love
LKI Golkar – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia melantik kepengurusan DPD Partai Golkar Bali.
Gde Sumarjaya Linggih yang populer disapa Demer tampil sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali, sekretaris diisi, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida serta bendahara I Gede Sudiana.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan seluruh pengurus DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Bali.
“Saya ucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPD Golkar Provinsi Bali periode 2025-2030. Saya lihat dari wajah-wajah yang dilantik ada sebuah wajah-wajah penuh harapan yang merupakan gabungan antara generasi yang lalu dan generasi yang kini yang akan mewarisi masa depan bangsa,” ujar Bahlil dalam sambutannya, usai melantik Pengurus DPD Partai Golkar Bali di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara khusus memboyong jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk menghadiri konsolidasi partai di Bali.
Bahlil Lahadalia hadir membawa rombongan jajaran menteri dan wamen yang hadir yakni Menteri Perindustrian Satya Mutya, Menteri Kependudukan Wihaji, Menteri Ketenagakerjaan Mukhtarudin, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, serta Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI. Christina Aryani.
Menurut Bahlil, Golkar dibentuk oleh para pendiri bangsa yang melibatkan 97 organisasi kemasyarakatan, mulai dari petani, nelayan, guru, akademisi, hingga unsur TNI-Polri.
“Partai Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok masyarakat tertentu, apalagi keluarga tertentu. Partai Golkar tidak dimiliki oleh saham keluarga tertentu atau orang kaya tertentu. Golkar adalah partai terbuka. Siapa pun yang menjadi Ketua Umum boleh, tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, atau trah C. Kita semua mempunyai kedudukan yang sama dalam AD/ART partai,” tegas Bahlil.
Bahlil juga menegaskan kembali Golkar sebagai partai
dengan doktrin karya-kekaryaan, dirancang sebagai instrumen perjuangan politik untuk mendukung dan mendampingi pemerintah dalam mempercepat kesejahteraan rakyat.
Secara tegas Bahlil meminta seluruh jajaran Partai Golkar di Bali, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, tetap solid dan bergerak membesarkan partai.
Bahlil juga mendorong Golkar Bali meningkatkan perolehan kursi di DPRD Bali maupun DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029. Target tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat keterwakilan Golkar di DPR RI.
“Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar menaikkan kursi di DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, dan juga kalau bisa di DPR RI,” kata Bahlil.
Selain target politik, Bahlil mengingatkan jajaran Golkar Bali agar menjadikan partai sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat.
“Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka mencerdaskan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali,” ujarnya.
Lantas, Bahlil mengajak anak -anak muda untuk tidak ragu bergabung ke Partai Golkar.
“Bagi anak -anak muda yang ingin menjadi politisi dan sekaligus untuk memperjuangkan rakyat dalam rangja kesejahteraaanya, Partai Golkar adalah partai terbuka dari sekian partai yang ada di Indonesia,”tegasnya.
Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih menyampaikan Partai Golkar Bali solid. Ditegaskan saat ini pihaknya bersama jajaran pengurus tengah memperkuat empat aspek utama untuk menghadapi Pemilu 2029, yakni sumber daya manusia, jaringan, manajemen, dan logistik.
Demer Poitisi senior asal Tajun Buleleng yang juga menajbat Anggota DPR RI Dapil Bali ini, menjelaskan secara pengurus DPD Partai Golkar Bali mencapai lebih dari 108 orang. Diantaranya sebanyak 47 orang berasal dari generasi Z dengan 37 persen perempuan dari kepengurusan.
“Tentu juga kader -kader yang berpotensi tidak bisa kami berbarengan dalam satu perahu yang ingin melaju kencang. Oleh karena itu mungkin, ada yang kurang prestasinya dimasa lalu, tentu saya minta belajar dulu agar beprestasi, karena perahu ini harus mencapai tujuannya di tahun 2029,”tegasnya.



