
Kemandirian Energi Nasional Dinilai Semakin Kuat dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi berbagai capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sektor energi selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah menunjukkan perkembangan positif dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Kami melihat dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, sektor energi menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah tidak hanya berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, tetapi juga semakin memperkuat fondasi kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan optimalisasi sumber daya energi yang kita miliki,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Ia menyoroti keberhasilan pemerintah memenuhi target lifting minyak bumi pada 2025 yang mencapai sekitar 605 ribu barel per hari.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi perkembangan penting di tengah tantangan penurunan produksi alamiah sumur-sumur minyak nasional. Ia juga mengapresiasi implementasi biodiesel B50 sejak Juli 2026 sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Kebijakan B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun, setelah sebelumnya penerapan B40 sepanjang 2025 menghasilkan penghematan sekitar Rp130 triliun.
“Implementasi B50 merupakan bukti bahwa agenda swasembada energi Presiden Prabowo mulai diwujudkan melalui kebijakan konkret. Kita memiliki potensi sumber daya yang besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Keberhasilan ini harus terus diperkuat melalui peningkatan produksi migas dan pengembangan bahan bakar nabati, termasuk bioetanol, sehingga ketahanan energi nasional semakin kokoh,” katanya.
Selain itu, Bambang mengapresiasi kebijakan pemerintah menjaga harga BBM subsidi di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia. Menurutnya, stabilitas harga energi penting untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga aktivitas perekonomian nasional.
Ia juga menyoroti perluasan program listrik desa yang sepanjang 2025 menjangkau lebih dari 77 ribu pelanggan di 1.516 lokasi, serta pengembangan energi baru terbarukan melalui program PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis memperluas akses listrik dan memperkuat diversifikasi sumber energi nasional.
Lebih lanjut, Bambang memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menerjemahkan agenda kemandirian energi Presiden Prabowo melalui berbagai kebijakan strategis.
Menurutnya, peningkatan produksi migas, implementasi B50, pemerataan elektrifikasi, dan percepatan energi terbarukan menunjukkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya percepatan investasi, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas industri energi nasional agar berbagai capaian tersebut dapat terus ditingkatkan.
“Kami di Fraksi Partai Golkar DPR RI akan terus mendukung sekaligus mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah di sektor energi. Kita berharap momentum positif selama dua tahun ini terus diperkuat, sehingga cita-cita swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat diwujudkan secara bertahap,” katanya.



