
Gubernur NTT Dorong Anak Muda Berwirausaha untuk Kemajuan Ekonomi
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mendorong generasi muda untuk berani terjun ke dunia wirausaha sebagai langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum 2026 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis, 23 April 2026.
Dalam forum yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tersebut, Gubernur menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, salah satu tantangan utama pembangunan ekonomi di NTT adalah masih terbatasnya jumlah pengusaha di berbagai sektor, baik skala kecil, menengah, maupun besar.
Kondisi ini dinilai menghambat percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. “NTT ini kekurangan pengusaha. Kita terlalu banyak pengamat, terutama pengamat politik. Ke depan, kita butuh lebih banyak anak muda yang berani berproduksi dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aktivitas produksi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, industri kreatif hingga teknologi, merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Gubernur juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk lokal agar tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Program seperti One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart disebut sebagai bagian dari strategi untuk mendukung hal tersebut. Selain itu, ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang di sektor ekonomi kreatif dan teknologi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mulai dirintis oleh anak-anak muda di NTT.
“Berproduksi apa saja bisa. Yang penting produktif dan memberi nilai ekonomi. Dari lagu, karya tulis, hingga teknologi, semua bisa menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi pelaksanaan forum dari BI yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan sektor keuangan dalam merumuskan kebijakan ekonomi berbasis riset. Ia berharap forum ini tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga implementasi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program Karsa Nusa (Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur) yang diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis untuk transformasi ekonomi NTT. Dengan dorongan kuat terhadap kewirausahaan dan produksi lokal, Pemerintah Provinsi NTT optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat serta memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.



