Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Dukung Modernisasi Alutsista, DPR Soroti Minimnya Teknologi Modern di Pusdikkav - lkipartaigolkar

Dukung Modernisasi Alutsista, DPR Soroti Minimnya Teknologi Modern di Pusdikkav

Share your love

LKI Golkar – Komisi I DPR menegaskan komitmennya untuk mengawal modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Modernisasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara dan menjaga kedaulatan Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono saat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (2/6). Kunker ini dalam rangka meninjau kesiapan satuan Kavaleri TNI Angkatan Darat saat menghadapi berbagai tantangan pertahanan.

Selama kunjungan berlangsung, Komisi I melihat secara langsung berbagai peralatan yang dimiliki TNI AD, khususnya Korps Kavaleri, dan mendengarkan paparan.

Dave mengatakan peningkatan kemampuan pertahanan tidak hanya penting untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang, tetapi juga untuk memastikan TNI mampu menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara dan secara optimal.

Legislator dari Dapil Jawa Barat ini menilai masih terdapat kebutuhan untuk memodernisasi sejumlah alutsista agar kemampuan pertahanan Indonesia semakin kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika keamanan global.

Melalui dukungan terhadap modernisasi alutsista dan peningkatan kesiapsiagaan prajurit, Komisi I DPR berharap TNI semakin siap menjaga kedaulatan bangsa.

“Memang ada kebutuhan untuk memodernisasi banyak alutsista kita. Dan itu tentunya menjadi prioritas daripada bangsa. DPR siap mengawal untuk hal tersebut tercapai,” ujar Dave seperti dilansir dpr.go.id, Rabu (3/6).

Sementara itu anggota Komisi I Elita Budiati menyampaikan keprihatinannya atas terbatasnya penggunaan teknologi modern dalam sistem pendidikan dan pelatihan di Pusdikkav.

Ia mengingatkan perkembangan pola peperangan saat ini menuntut kesiapan sumber daya manusia dan teknologi yang lebih modern. Karena itu, peningkatan sarana pendidikan dan latihan menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Kita sangat miris mendengar bahwa dalam pelatihan pendidikan itu kita masih tidak memakai drone, kita tidak memakai alat-alat yang serba nirawak karena semuanya berdasarkan simulasi. Ini agak riskan. Bagaimana kalau kita tiba-tiba diserang, apa yang harus kita siapkan,” ujar Elita.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *