
Bahlil Siapkan Rp9,746 Triliun untuk Listrik Desa 2027, Ini Sasarannya
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,746 triliun untuk program listrik desa (lisdes) pada Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja Penetapan RKA-K/L dan RKP Tahun 2027 bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, dikutip pada Sabtu (20/06/2026).
Menurut Bahlil Lahadalia, alokasi anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah yang masih menghadapi keterbatasan layanan ketenagalistrikan. Program listrik desa menjadi salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan melalui penyediaan listrik yang lebih merata.
Program listrik desa merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor energi yang bertujuan meningkatkan pemerataan akses listrik sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. Melalui program listrik desa, pemerintah berupaya menghadirkan jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh infrastruktur ketenagalistrikan.
Bahlil Lahadalia menilai akses terhadap listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, usaha mikro, serta aktivitas ekonomi lainnya. Dengan tersedianya listrik yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memperoleh peluang yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Selain mengalokasikan anggaran untuk program listrik desa, Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia juga menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp520 miliar untuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik tersebut bertujuan membantu masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri agar dapat memperoleh akses listrik yang lebih layak dan aman. Dengan adanya bantuan pemasangan listrik tersebut, pemerintah berharap semakin banyak rumah tangga yang dapat menikmati layanan listrik secara resmi dan berkelanjutan.
Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa program listrik desa dan Program Bantuan Pasang Baru Listrik menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses energi di seluruh Indonesia. Kedua program listrik tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan layanan ketenagalistrikan.
Melalui alokasi anggaran sebesar Rp9,746 triliun untuk program listrik desa dan Rp520 miliar untuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik, Bahlil Lahadalia berharap rasio elektrifikasi nasional dapat terus meningkat. Selain itu, perluasan akses listrik juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta mendukung pembangunan yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.
Program listrik desa dan bantuan pemasangan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan manfaat listrik dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur ketenagalistrikan.



