
Berduka Atas Insiden Kereta Bekasi, Ranny Fahd Arafiq Desak Investigasi Mendalam Terkait Dugaan Kelalaian Teknis
Share your love
LKI Golkar – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api fatal yang terjadi di Bekasi. Menanggapi insiden yang melibatkan kereta jarak jauh dan rangkaian KRL tersebut, Ranny menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan tamparan keras bagi sistem transportasi publik nasional.
“Hati saya hancur bersama keluarga korban. Perjalanan pulang yang seharusnya menjadi momen hangat untuk kembali ke rumah, justru berubah menjadi tragedi yang menyisakan duka tak terperikan. Saya sampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban meninggal dunia, dan doa kesembuhan bagi seluruh penumpang yang saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif,” ungkap
Ranny menyoroti realitas pahit di lapangan di mana sebuah rangkaian KRL yang tengah berhenti darurat justru terhantam dari belakang oleh kereta jarak jauh. Ia menilai, tingginya jumlah korban jiwa dan luka-luka adalah bukti nyata adanya kegagalan sistemik yang tidak bisa dianggap remeh.
Legislator asal Jawa Barat ini mendesak Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk segera melakukan investigasi transparan yang bisa diakses oleh publik. Ranny secara khusus menuntut penjelasan mengenai malfungsi sistem persinyalan dan protokol komunikasi masinis yang menyebabkan tabrakan beruntun di jalur yang sama.
Ia juga menekankan bahwa harus ada pihak yang bertanggung jawab secara penuh atas insiden ini.
“Pihak operator dan regulator harus memikul tanggung jawab moral dan hukum atas jatuhnya korban jiwa ini. Tanggung jawab ini bukan hanya soal memberikan santunan materiil kepada keluarga korban, melainkan keberanian untuk mengakui adanya kegagalan sistemik dan melakukan perbaikan radikal. Kita tidak boleh membiarkan nyawa rakyat melayang hanya karena kegagalan koordinasi atau pengabaian dalam perawatan infrastruktur teknis,” tegasnya.



