
Menkomdigi: Generasi Muda Lulusan Perguruan Tinggi, Penjaga Ruang Digital
Share your love
LKI Golkar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mendorong generasi muda, harus menjadi penjaga di ruang digital nasional. Hal itu disampaikannya, saat memberikan ‘inspiring speech’ dalam acara wisuda Telkom University di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2026.
Dijelaskan Menkomdigi, konteks menjaga ruang digital ini, yakni dalam menyikapi berbagai risiko di ruang digital, di tengah perkembangannya. Seperti dicontohkannya, yakni terkait arus informasi yang deras di ruang digital.
Meutya menikah bahwa hal itu menjadi tantangan baru, dalam menghadapi banjir informasi dan marakanya misinformasi. Kondisi tersebut dikatakannya, menuntut peran aktif lulusan perguruan tinggi dan generasi muda untuk menjadi agen pelindung kualitas informasi di ruang digital.
“Di era post-truth, tantangan kita bukan lagi pada akses informasi, tetapi pada kualitasnya. Karena itu, para wisudawan harus bisa berperan juga sebagai agen perubahan dan menjadi pandu-pandu literasi digital di daerahnya masing-masing,” kata Meutya dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Ia juga menyoroti laporan World Economic Forum (WEF), yang menyebutkan bahwa misinformasi menjadi tantangan global. Dari hal tersebut Menkomdigi mengingatkan risiko besar, bila tidak ada penjaga ruang digital yang terliterasi dengan baik.
Sebab disebutkannya, risiko tersebut melihat jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai ratusan juta, dan durasi penggunaan yang tinggi. Hal itu dikatakan Meutya, membuat Indonesia menghadapi risiko paparan konten negatif, yang juga semakin besar.
Menkomdigi menuturkan pemerintah telah mengambil langkah strategis dalam perlindungan di ruang digital, dengan sejumlah regulasi yang ditetapkan. Seperti salah satunya, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).
Untuk itu ditekankannya, wisudawan dan wisudawati sebagai generasi muda bangsa, memiliki peranan strategis dalam melindungi ruang digital nasional. Sebab tanpa peranan generasi muda, upaya pemerintah melalui berbagai regulasinya ditegaskan Meutya, tidak dapat berjalan dengan baik.
“Bisa membantu pemerintah menjaga keberlangsungan anak-anak kita agar mereka bisa hidup di ranah digital dan mendapatkan yang terbaik dan mengeluarkan yang mudarat. Kami ingin menyampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk juga menjadi duta-duta Tunas,” ujarnya.



