
Gubernur NTT Apresiasi KSP TLM, Dinilai Jadi Model Koperasi Modern dan Berdaya Saing
Share your love
LKI Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengapresiasi kinerja KSP TLM Indonesia yang mampu tumbuh pesat sekaligus menjaga prinsip koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Dalam penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XV Tahun Buku 2025 di Jalan Palapa, Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026), Melki Laka Lena menyebut, KSP TLM Indonesia sebagai contoh koperasi yang berhasil menggabungkan kinerja bisnis dengan tanggung jawab sosial.
“KSP TLM menunjukkan bahwa koperasi bisa tumbuh besar tanpa kehilangan jati dirinya. Dari lembaga keuangan, ia juga menjadi gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil,” ujarnya.
Menurut Melki, capaian koperasi yang telah memasuki tahun ke-15 itu mencerminkan tata kelola yang sehat, pertumbuhan aset yang konsisten, serta tingkat kredit bermasalah yang rendah. Ia menilai, model pengelolaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain di NTT.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah yang didominasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Di NTT, koperasi bukan lagi pilihan alternatif, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Melki menambahkan, keberadaan koperasi seperti KSP TLM turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat sebesar 5,14 persen, sedikit di atas rata-rata nasional, sementara angka kemiskinan menurun dari 19,1 persen menjadi 17,5 persen.
Dalam konteks pembangunan ekonomi nasional, ia mengacu pada visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian.
“Koperasi harus menjadi penyelamat di tengah kondisi ekonomi saat ini, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan komunitas,” ujar Melki.
Selain aspek ekonomi, ia juga mengapresiasi kontribusi KSP TLM dalam bidang sosial dan lingkungan, termasuk keterlibatan dalam penanganan bencana serta kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melki turut menyoroti inovasi yang dilakukan koperasi, salah satunya melalui peluncuran produk pembiayaan “Pinjaman Prima Cerdas” yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.
“Investasi terbaik adalah investasi pada manusia, dan koperasi harus hadir di situ,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan koperasi di NTT, antara lain belum meratanya koperasi aktif, keterbatasan akses pembiayaan, kapasitas sumber daya manusia, serta kebutuhan transformasi digital.
Untuk itu, pemerintah daerah mendorong penguatan sinergi antara koperasi dan program daerah, termasuk integrasi dengan NTT Mart serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Di akhir sambutannya, Melki menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan koperasi yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menekan praktik pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat.
“Kita punya musuh bersama, yaitu praktik pinjaman yang membebani rakyat. Karena itu, kita perlu memperkuat koperasi yang sehat seperti KSP TLM,” ujarnya.



