
1.450 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan Mudik-Perayaan Idul Fitri di Kepri
Share your love
LKI Golkar – Sekitar 1450 aparat gabungan dalam Operasi Ketupat Seligi 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul F itri 1447 Hijriah. Ribuan personel tersebut berasal dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan Operasi Ketupat Seligi merupakan operasi kemanusiaan yang digelar secara terpusat oleh kepolisian untuk mengamankan perayaan hari besar keagamaan di Indonesia. Operasi iri digelar pada 13-25 Maret 2025.
“Operasi Ketupat Seligi ini adalah bentuk operasi kemanusiaan untuk melaksanakan pengamanan kegiatan hari besar keagamaan. Beberapa hari ke depan kita akan melaksanakan Hari Raya Idul Fitri,” kata Asep usai apel gelar pasukan di Polda Kepri, Kamis (12/3/2026).
Asep menjelaskan, sekitar 1.450 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau selama masa operasi berlangsung.
“Pengamanan difokuskan pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat pergerakan masyarakat dan distribusi barang, seperti pelabuhan domestik, pelabuhan RoRo, pelabuhan internasional, bandara, serta pelabuhan rakyat antar pulau,” ujarnya
Selain itu, Asep juga menyebut aparat juga akan mengamankan kawasan wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya mulai hari H sampai H+5 masyarakat banyak berlibur ke tempat-tempat rekreasi, sehingga itu juga kita berikan pengamanan secara maksimal,” ujarnya.
Pengamanan juga dilakukan di tempat-tempat ibadah mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idul Fitri.
“Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polda Kepri menyiapkan total 43 pos pengamanan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Pos tersebut terdiri dari 16 pos pelayanan, 22 pos pengamanan, dan 5 pos terpadu,” ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan lain, termasuk stabilitas distribusi pangan dan harga bahan pokok di pasaran.
“Ada Satgas Pangan yang kita siapkan untuk memonitor harga di pasaran agar tidak terjadi penimbunan sembako atau kenaikan harga di luar harga pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran. Menurutnya, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor.
“Sesuai tema pelayanan Idul Fitri tahun ini yaitu mudik aman keluarga bahagia, maka pemerintah harus hadir memastikan pelayanan yang baik bagi para pemudik, baik melalui darat, laut maupun udara,” kata Ansar.
Ansar juga menegaskan pemerintah akan mengawasi tarif transportasi agar tidak terjadi lonjakan harga tiket kapal maupun pesawat selama periode mudik.
“Kita harapkan tidak terjadi kenaikan harga tiket. Pemerintah akan mengontrol dan menyurati para pelaku usaha agar tetap menjaga tarif bagi para pemudik,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.
“Total ada sekitar 62 titik gerakan pangan murah yang dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota sampai menjelang hari raya,” tutup Ansar.



