Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Demer: Perubahan Mekanisme Bukanlah Kemunduran Demokrasi – lkipartaigolkar

Demer: Perubahan Mekanisme Bukanlah Kemunduran Demokrasi

Share your love

LKI Golkar – Di tengah perdebatan nasional soal arah sistem pemilihan kepala daerah, Ketua DPD I Golkar Bali sekaligus anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menegaskan posisi partainya. Menurutnya perubahan mekanisme bukanlah kemunduran demokrasi, melainkan upaya menyesuaikan sistem dengan kebutuhan zaman.

Pernyataan itu disampaikan Demer saat bertemu kader dan pengurus Golkar dalam seminar pendidikan politik dan sosialisasi Empat Pilar MPR di Kantor DPD II Golkar Klungkung, Minggu (22/2). Bagi Demer, demokrasi tidak boleh dipandang sebagai sistem yang statis. 

Ia mengibaratkan politik seperti konsep desa kala patra dalam tradisi Bali, sebuah prinsip yang menekankan penyesuaian dengan ruang, waktu, dan keadaan. Karena itu, menurut dia, mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPR yang didorong Golkar harus dilihat sebagai bagian dari penyempurnaan, bukan pengingkaran terhadap sistem yang ada.

“Ini bukan berarti mengkhianati demokrasi. Sistem sebelumnya relevan pada masanya. Dalam politik kita harus menggunakan konsep desa kala patra — menyesuaikan dengan ruang, waktu, dan keadaan. Saat ini yang kita dorong adalah penyempurnaan agar demokrasi menghasilkan kepemimpinan yang lebih berkualitas,” kata politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.

Ia menanggapi kekhawatiran sebagian kalangan yang mengaitkan perubahan mekanisme dengan potensi kembalinya praktik korupsi seperti pada masa lalu. Menurutnya, fakta menunjukkan bahwa praktik korupsi juga terjadi dalam era pemilihan langsung, sehingga persoalan utama bukan semata pada sistem, melainkan pada perbaikan tata kelola dan mekanisme pengawasan.

“Banyak yang khawatir korupsi era Orde Baru akan terulang. Tapi kita juga melihat, dalam sistem pemilihan langsung pun banyak kasus korupsi. Artinya yang perlu diperbaiki adalah mekanismenya. Sistem baru ini kita harapkan bisa mengurangi dampak korupsi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan baru tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif sekaligus memperkuat kualitas kepemimpinan daerah, sehingga demokrasi tetap berjalan dengan arah yang lebih sehat dan akuntabel.

Pertemuan di Klungkung sendiri dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur struktur partai, mulai dari pengurus kabupaten, fraksi, hingga pimpinan kecamatan dan desa. Demer didampingi Sekretaris DPD I Golkar Bali I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida serta Ketua Dewan Pertimbangan (Wantimbang) DPD I Golkar Bali I Dewa Made Widiasa Nida. Hadir pula anggota DPRD Klungkung dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang mengingatkan pentingnya peran partai dalam pendidikan politik masyarakat.

Sebelum forum berlangsung, Demer mengunjungi masyarakat di Kusamba dan sanggar seni di Tangkas untuk berdialog sekaligus menyerahkan bantuan sembako menjelang Hari Raya Nyepi. Bantuan serupa juga dibagikan kepada peserta seminar di kantor partai sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Demer juga menyampaikan hasil Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar dan mendorong kader di Klungkung memperkuat kerja politik di daerah pemilihan masing-masing sebagai strategi meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi kekuatan politik jangka panjang.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *