
Langkah Nyata Pemprov Papua Memperkokoh Pilar Agama dan Pendidikan
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan dana hibah sebesar Rp5,750 miliar kepada 4 lembaga keagamaan dan 5 lembaga pendidikan perintis pembangunan Papua.
Dana tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus 2026 dan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Senin 23 Februari 2026.
Acara penyerahan hibah turut dihadiri Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Pj Sekda Christian Siholait, para asisten Setda, serta pimpinan OPD.
Rincian Dana Hibah sebagai berikut, untuk Bidang Keagamaan Rp3,25 miliar terdiri dari; Pembangunan Kantor Klasis Port Numbay Rp2 miliar, PGGI Rp500 juta, Haji Papua Rp500 juta, GPDI Alfa Omega Rp250 juta
Sementara Bidang Pendidikan Rp2,5 miliar terdiri dari ; Lembaga Pendidikan Keagamaan Advent Rp500 juta, Lembaga Pendidikan Yapis Rp500 juta,YPK Rp500 juta, YPPK Rp500 juta dan
YPPGI Rp500 juta.
Gubernur Fakhiri menyampaikan penyaluran dana hibah ini sejalan dengan visi “Papua Cerah” terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmoni.
“Papua Cerah mencerminkan harapan bersama akan masyarakat yang berpendidikan, hidup dalam kesejahteraan, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kedamaian,” ujarnya.
Fakhiri menekankan peran penting lembaga keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, serta menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan.
“Dalam konteks Papua yang majemuk, peran tersebut menjadi fondasi utama menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan,” katanya.
Sementara itu, dukungan kepada lembaga pendidikan disebut sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang layak, merata, dan inklusif.
“Sehingga tidak ada lagi anak Papua yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikannya,” harapnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa dana hibah merupakan amanah rakyat, sehingga harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai peraturan perundangan.
“Dengan semangat gotong royong dan persatuan, semoga kita dapat mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” tutupnya.



