
Legislator Golkar Atalia soal Pesantren Sukoharjo Digrebek Polisi, Santriwati Harus Diberi Pendampingan
Share your love
LKI Golkar – Legislator Partai Golkar Atalia Praratya menyoroti insiden pondok pesantren Sukoharjo, digerebek polisi.
Sebelumnya, polisi menggerebek dan menyota barang di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Laban, Mojolaban, Sukoharjo.
Anggota Komisi VIII DPR itu mengingatkan aparat penegak hukum profesional dan tak mengabaikan rasa aman, privasi, serta perlindungan terhadap anak dan perempuan.
Dia mengakui penegakan hukum memang krusial. Namun, prosesnya tidak boleh secara terburu-buru, yang justru meninggalkan trauma bagi santriwati.
“Jangan mengabaikan rasa aman dan kehormatan orang lain, apalagi yang dihadapi perempuan,” katanya, di Jakarta, Minggu (1/11).
Atalia menyoroti sejumlah poin dalam penggerebekan itu, yakni waktu penggerebekan dini hari, saat santri masih tidur.
Kemudian, prosedur pemeriksaan yang dirasa kurang memperhatikan kondisi psikologis anak.
Dia mendesak polisi mengevaluasi mengevaluasi prosedur penggerebekan, supaya proporsional dan menghormati privasi.
Atalia minta polisi transparan terkait dasar tindakan, barang yang disita, dan hasil pemeriksaan terhadap para santri.
“Santriwati harus dilindungi, terutama yang di bawah umur. Kalau perlu, diberi pendampingan psikologis,” ucapnya, dikutip dari Parlementaria.



