
Bupati Batang Ingatkan Insan Pers Jaga Integritas
Share your love
LKI Golkar – Bupati Batang Faiz Kurniawan menekankan pentingnya peran etika, integritas, dan kejujuran jurnalistik di tengah derasnya arus disrupsi teknologi digital serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pesan tersebut disampaikan Bupati Faiz saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Batang periode 2026–2029 di Batang, Rabu.
Menurut dia, kedalaman sudut pandang berlandaskan nurani menjadi pembeda utama antara produk jurnalistik manusia dan hasil olahan mesin.
“Gunakan dan jaga terus hati nurani kita karena hal itulah yang membedakan wartawan dengan robot atau kecerdasan buatan,” ujarnya.
Mengutip laporan World Economic Forum (WEF), Faiz memaparkan bahwa sebanyak 39 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan bergeser pada 2030.
Di saat yang sama, sekitar 92 juta jenis pekerjaan berpotensi tergantikan oleh otomatisasi teknologi.
Meski AI makin canggih dalam memproses data empiris maupun merangkai teks, Faiz menilai keputusan penyajian berita yang humanis dan beretika tetap sepenuhnya berada di tangan jurnalis.
“AI memang mampu mengolah data dan mendeskripsikan peristiwa secara cepat. Namun, wartawan punya peran krusial dalam menentukan angle pemberitaan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah menempatkan pers sebagai mitra strategis terutama dalam mengawal transparansi kebijakan publik, mendorong pengawasan yang sehat, serta mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana berharap kepengurusan PWI Kabupaten Batang mampu memberikan manfaat lebih luas baik bagi anggota organisasi maupun masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari jumlah anggota atau besarnya organisasi tetapi juga dari nilai tambah dan kontribusi nyata yang diberikan.
“Tidak ada artinya kalau kita hanya bisa mengkritik tetapi tidak bisa menjadi part of the solution, tidak bisa menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Ia menilai pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Oleh karena itu, wartawan diharapkan tidak hanya menyampaikan kritik tetapi juga menghadirkan informasi yang mendorong penyelesaian persoalan masyarakat.
Masyarakat butuh solusi, bukan hanya butuh sebuah viralitas,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia yang akrab disapa Mas Iwan mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi serta meningkatkan kualitas wartawan melalui penguatan kompetensi dan pemahaman terhadap etika jurnalistik.
Dalam agenda tersebut, Ady Arfian resmi dilantik sebagai Ketua PWI Kabupaten Batang periode 2026–2029 setelah terpilih secara aklamasi menggantikan Ketua PWI sebelumnya Kutnadi.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana.



