Jaringan Narkoba Tembus Desa dan Sekolah, Firman Soebagyo Desak Negara Bertindak Tegas - lkipartaigolkar

Jaringan Narkoba Tembus Desa dan Sekolah, Firman Soebagyo Desak Negara Bertindak Tegas

Share your love

LKI Golkar – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, memperingatkan bahwa peredaran narkotika telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan ketahanan nasional. Ia menilai, semakin luasnya jangkauan jaringan narkoba hingga ke wilayah pedesaan, sekolah, dan kampus membutuhkan langkah pemberantasan yang lebih tegas serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Peringatan tersebut disampaikan Firman yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) menjelang peringatan hari jadi ke-27 organisasi tersebut pada 30 Oktober 2026. Menurut dia, ancaman narkotika tidak bisa dipandang semata-mata sebagai persoalan kriminalitas, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan keberlangsungan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Presiden RI sudah berkali-kali menegaskan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba. Itu adalah alarm bahaya nasional. Data BNN dan Polri menunjukkan, peredaran narkoba sudah tidak lagi di kota besar saja, tapi sudah menjadi ancaman nyata yang masuk ke desa-desa, ke sekolah, ke kampus, dan yang paling menyedihkan, menyasar generasi muda kita,” tegas Firman di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu menyoroti kerentanan generasi muda di pedesaan yang menghadapi keterbatasan lapangan kerja dan tekanan ekonomi. Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi dimanfaatkan jaringan pengedar untuk merekrut anak muda sebagai kurir narkotika.

“Anak muda desa yang tidak punya lapangan kerja, yang putus asa karena harga panen jatuh, sangat mudah direkrut menjadi kurir narkoba. Ini yang tidak dilihat banyak orang. Narkoba adalah ancaman nyata terhadap ketahanan nasional kita, ketahanan pangan kita, dan masa depan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Firman juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola peredaran narkotika. Media sosial dan layanan pengiriman barang dapat dimanfaatkan jaringan pengedar untuk menjangkau konsumen, termasuk kalangan pelajar. Peredaran zat berbahaya yang dikenal sebagai ganja sintetis dan tembakau gorila turut menjadi perhatian karena berpotensi menyasar generasi muda.

“Ini adalah genosida pelan-pelan terhadap generasi muda. Kalau kita diam, kita akan kehilangan satu generasi emas,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Memasuki usia ke-27, GRANAT mendorong penguatan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika. Firman menyatakan akan mendorong penguatan regulasi melalui perannya di Baleg DPR RI, sekaligus menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap bandar dan sindikat serta rehabilitasi bagi pengguna yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

“Saya di Baleg DPR RI akan mendorong penguatan UU Narkotika. Hukum untuk bandar dan sindikat internasional harus lebih berat, maksimal hukuman mati. Tidak ada ampun untuk pengedar. Tapi untuk korban pengguna, terutama anak muda, negara harus hadir dengan rehabilitasi, bukan hanya penjara. Di Komisi IV saya juga akan kawal agar Bea Cukai dan aparat di pelabuhan benar-benar menutup pintu masuk narkoba dari luar,” tegasnya.

Selain penguatan penegakan hukum, Firman mengajak pemerintah daerah dan pemerintah desa mengoptimalkan pencegahan melalui program Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba. Ia menilai, keterlibatan kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, orang tua, dan kader GRANAT diperlukan agar pengawasan serta edukasi menjangkau masyarakat hingga tingkat dusun.

“Saya meminta seluruh kader GRANAT di 38 provinsi, para Kades, tokoh agama, tokoh adat, dan orang tua untuk bergandengan tangan. Wujudkan Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Jangan beri ruang sedikit pun untuk peredaran di lingkungan kita. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke BNN, Polri, atau ke GRANAT. Pemberantasan harus sampai ke dusun-dusun terakhir,” serunya.

Firman turut mengingatkan generasi muda agar berani menolak segala bentuk ajakan menggunakan narkotika. Menurut dia, perlindungan terhadap anak muda harus menjadi prioritas karena mereka merupakan bagian penting dari penentu masa depan bangsa.

“Pesan saya untuk pemuda di tanah air, dari Sabang sampai Merauke: Masa depan Indonesia Emas ada di tangan kalian. Jangan pernah coba-coba narkoba. Sekali kena, selesai. Tidak ada cerita sukses karena narkoba. Pilihannya hanya 3 yakni, gila, penjara, atau mati. Jadilah pemuda yang tangguh, cerdas digital, tapi bersih dari narkoba,” pungkas legislator asal Dapil Jawa Tengah III ini.

Firman menegaskan, selama 27 tahun perjalanan GRANAT, organisasi tersebut konsisten mengambil bagian dalam upaya nasional melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Momentum hari jadi tahun ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas jangkauan gerakan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“GRANAT tidak akan berhenti. Selagi masih ada satu anak bangsa yang jadi korban narkoba, perjuangan kami belum selesai. Dirgahayu GRANAT ke-27! Bersatu, Berani, Bersinar! Indonesia Bersih Narkoba!” tutup Firman.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *