
Guru Mengaji Kuningan Dapat Tunjangan Rp 1 Juta Setahun
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten Kuningan mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar pada 2026 untuk tunjangan guru mengaji melalui program Ngaji Diri. Hal itu guna mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap guru mengaji yang berperan penting dalam membina akhlak anak-anak di lingkungan masyarakat.
”Program Ngaji Diri atau Nyaah ka Santri, ka Guru Ngaji, jeung Pesantren Mandiri, memberikan tunjangan sebesar Rp 1 juta per orang selama satu tahun,” kata Dian, seperti dikutip dari Antara, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurut dia, guru mengaji tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, melainkan menanamkan nilai kejujuran, kepedulian sosial, dan akhlak mulia sejak usia dini.
Ia menilai, pendidikan karakter perlu berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur, karena kemajuan daerah ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.
Dian berharap, dukungan pemerintah daerah dapat membantu para guru mengaji melanjutkan pengabdiannya dalam mendidik generasi muda, serta memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Kuningan.
”Selain melalui program tunjangan tersebut, dukungan terhadap tenaga pendidik keagamaan juga dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan yang menyalurkan bantuan stimulan senilai Rp 617 juta kepada 1.544 penerima,” katanya.
Ia menegaskan, melalui program tunjangan dan penyaluran dana umat tersebut, pemerintah daerah berupaya mendukung keberlanjutan pendidikan keagamaan serta memperkuat pembentukan karakter masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kuningan Asep Z Fauzi mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada guru mengaji serta takmir masjid yang tersebar di 376 desa dan kelurahan.
”Penyaluran tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah, untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan,” katanya.



