
Buka Gebyar Gorontalo Menari, Wagub Idah Syahidah Tekankan Pengaderan Seni Tari Generasi Muda
Share your love
LKI Golkar – Atrium Citimall Gorontalo mendadak riuh dan penuh warna pada Sabtu 10 Oktober 2026. Ratusan penari menduduki area mal untuk menyemarakkan ajang Gebyar Gorontalo Menari yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Ajang yang diprakarsai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo ini melibatkan 50 organisasi serta kelompok seni tari tradisional dan modern dari berbagai penjuru wilayah Gorontalo.
Tak kurang dari 500 penari tampil secara kolosal dan serentak menyebar dari lantai dasar, lantai dua, hingga lantai tiga Citimall. Atraksi tari lintas lantai ini digelar sebagai bagian dari kemeriahan Hari Museum Nasional ke-64 tingkat Provinsi Gorontalo.
Dalam pengarahannya, Idah menegaskan pentingnya kontinuitas pengaderan generasi muda agar khazanah budaya daerah tidak punah tergerus zaman.
“Budaya yang ada di Provinsi Gorontalo maupun di Indonesia harus terus dilestarikan. Diperlukan pengaderan, perhatian, serta kepedulian dari para tokoh dan pemerhati budaya agar warisan budaya kita tetap terjaga, khususnya budaya Gorontalo,” ujar Idah.
Ia mendesak agar Gebyar Gorontalo Menari tidak berhenti sebagai seremonial tahunan semata, melainkan dirawat menjadi agenda berkala. Penampilan seni seni tari lokal dalam pelbagai hajatan daerah dipandang sebagai metode paling efektif untuk mengenalkan kekayaan identitas Gorontalo ke khalayak luas.
“Setiap tarian memiliki cerita dan filosofi tersendiri, terlebih tarian Gorontalo. Setiap gerakannya memiliki makna yang menggambarkan nilai-nilai dan kekayaan budaya daerah,” ungkapnya.
Di samping itu, para pengelola sanggar tari didorong untuk terus mengasah kreativitas dan melahirkan inovasi koreografi tanpa merusak akar tradisi.
Baik tarian klasik maupun kreasi modern dinilai memiliki karakteristik tersendiri, termasuk dari sisi tata gerak dan busana adat yang mesti disesuaikan secara harmonis.
Menutup arahannya, Idah menyampaikan selamat berkompetisi kepada seluruh kontingen sembari berpesan agar para pengunjung tetap menjaga ketertiban umum dan keselamatan selama pertunjukan berlangsung. Selain panggung seni tari, helatan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah edukasi untuk mempromosikan warisan budaya takbenda (WBTb) khas Gorontalo, termasuk kuliner tradisional yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari Kementerian Pendidikan RI.



