
Kejar Target Akhir Tahun, Pemkot Tangsel Ingatkan Kontraktor Jangan Abaikan Kualitas
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta kontraktor mempercepat pengerjaan proyek pembangunan yang masih berlangsung menjelang akhir 2026.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, waktu pengerjaan proyek hanya tersisa sekitar tiga bulan.
Karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta mengakselerasi pekerjaan dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung.
Namun, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas dan standar teknis pembangunan.
“Saya minta kepada dinas terkait, tapi dengan catatan, cepat boleh, tapi dilakukan dengan benar. Jangan sampai cepat, nantinya malah enggak benar secara teknis,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Pilar mengatakan, capaian proyek fisik di Kota Tangsel hingga Agustus 2026 baru berada di kisaran 50 persen.
Sejumlah program pembangunan sudah mendekati penyelesaian, salah satunya program bedah rumah yang dikerjakan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta).
Sementara itu, sejumlah proyek infrastruktur penanganan banjir masih dalam tahap pengerjaan.
“Tantangannya di tiga bulan ini harus diakselerasi, dipercepat,” katanya.
Pilar meminta dinas terkait, antara lain Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Disperkimta, serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), memastikan proyek berjalan sesuai target dan ketentuan teknis.
Selain kualitas, Pemkot Tangsel juga mengingatkan kontraktor agar memperhatikan tenggat waktu penyelesaian pekerjaan. Keterlambatan dapat berujung pada pengenaan denda sesuai ketentuan dalam kontrak.
“Ya kita kembalikan lagi kepada penyedianya, nanti kan yang kena dendanya penyedia,” tegasnya.
Pemkot Tangsel menargetkan seluruh proyek pembangunan yang berjalan dapat mencapai progres 100 persen hingga akhir Desember 2026.
Pilar berharap, apabila masih terdapat pekerjaan yang belum sepenuhnya rampung pada akhir tahun, kendalanya hanya bersifat minor dan tidak menyangkut persoalan besar.
“Target kita 100 persen. Kalaupun belum tercapai, ya mudah-mudahan itu minor, bukan hal yang berat,” pungkasnya.



