Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Wali Kota Cirebon Effendi Edo Buka Muskot XIX PMI, Tekankan Peran Strategis dalam Kemanusiaan – lkipartaigolkar

Wali Kota Cirebon Effendi Edo Buka Muskot XIX PMI, Tekankan Peran Strategis dalam Kemanusiaan

Share your love

LKI Golkar – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Musyawarah Kota (Muskot) XIX Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon di Markas PMI setempat, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa PMI memiliki peran strategis yang melampaui organisasi sosial, yakni sebagai instrumen penting negara dalam merespons persoalan kemanusiaan.

“PMI bukan sekadar organisasi sosial. PMI adalah wajah nyata negara dalam urusan kemanusiaan. Ketika banjir, kebakaran, atau saat warga membutuhkan darah, PMI selalu hadir,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan PMI yang dinilai sebagai modal sosial utama bagi Kota Cirebon. Menurutnya, dedikasi relawan mencerminkan kuatnya solidaritas dan kepedulian masyarakat.

“Relawan PMI adalah bukti bahwa nilai kemanusiaan di kota ini tetap hidup. Mereka berada di garis depan dalam berbagai situasi darurat,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim hingga meningkatnya kerentanan sosial. Karena itu, PMI dituntut untuk terus bertransformasi dan meningkatkan kapasitas organisasi.

Ia berharap Muskot XIX PMI Kota Cirebon mampu menghasilkan kepengurusan yang amanah serta program kerja yang berdampak langsung, terutama dalam penguatan respons kebencanaan dan pelayanan darah.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, Edial Sanif, menyatakan sinergi antara pemerintah daerah dan PMI semakin kuat, terutama setelah adanya regulasi yang menegaskan peran keduanya dalam penyelenggaraan layanan kemanusiaan.

“Pelaksana PMI adalah pemerintah dan PMI itu sendiri. Tanpa dukungan pemerintah, organisasi ini tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Terkait layanan darah, Edial mengungkapkan bahwa PMI Kota Cirebon tidak hanya melayani kebutuhan warga kota, tetapi juga menjadi rujukan bagi daerah sekitar.

Sekitar 70 persen stok darah PMI Kota Cirebon digunakan oleh masyarakat di luar wilayah kota. Meski kesadaran donor darah masyarakat cukup tinggi dan terus meningkat, permintaan yang fluktuatif membuat ketersediaan stok bersifat dinamis.

“Jika terjadi kekosongan stok, kami biasanya mengupayakan melalui sistem donor pengganti dari keluarga pasien,” jelasnya.

Melalui Muskot XIX ini, ia berharap lahir inovasi serta kepengurusan baru yang mampu membawa PMI Kota Cirebon menjadi organisasi yang lebih modern dan tetap berada di garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. 

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *