
Wagub Gorontalo Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Jaton
Share your love
LKI Golkar – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya dan kearifan lokal saat hadir di Festival Budaya Jawa Tondano (Jaton) XX di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Kamis.
Festival yang diikuti ratusan anggota Kerukunan Keluarga Jawa Tondano dari berbagai daerah di Indonesia timur itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Idah mengatakan Festival Budaya Jaton menjadi salah satu upaya penting menjaga warisan budaya yang telah tumbuh dan berkembang di Gorontalo. Menurut dia, budaya Jaton tidak hanya menghadirkan kekayaan seni dan kuliner, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya.
“Ini merupakan salah satu kearifan lokal yang harus kita pertahankan. Di setiap kegiatan ada kulinernya, ada seninya, dan ada budayanya. Saya berharap Festival Budaya Jaton ke depan bisa diusulkan menjadi festival budaya tingkat Provinsi Gorontalo,” ujar Idah.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Jawa Tondano yang tetap menjaga identitas budayanya di tengah keberagaman suku di Gorontalo.
“Jangan sampai kita kehilangan identitas sebagai masyarakat Jaton. Bahasa, seni, dan budaya harus terus dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” katanya.
Idah berharap penyelenggaraan festival ke depan semakin berkembang dan mampu menarik perhatian masyarakat yang lebih luas. Ia bahkan mendorong agar kegiatan tersebut dikembangkan menjadi Pesona Budaya Jaton sebagai destinasi wisata budaya.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, namun juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di desa ini,” tuturnya.
Festival Budaya Jawa Tondano XX dimeriahkan dengan berbagai lomba, antara lain rodat atau hadrah, shalawat Jawa, dames atau tarian khas perempuan, dana-dana, serta pidato berbahasa Jaton.
Seluruh rangkaian kegiatan diikuti etnis Jawa Tondano dari berbagai daerah di Indonesia timur.



