Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Visi Mbak Wali Vinanda Prameswati Bawa Kota Kediri Pertahankan Predikat Kota Toleran Nasional – lkipartaigolkar

Visi Mbak Wali Vinanda Prameswati Bawa Kota Kediri Pertahankan Predikat Kota Toleran Nasional

Share your love

LKI Golkar – Eksistensi Kota Kediri sebagai salah satu episentrum harmoni sosial di Indonesia kembali mendapat pengakuan resmi di level nasional. Selama lima tahun berturut-turut, wilayah yang dikenal dengan julukan Kota Tahu ini sukses mengamankan posisi dalam 10 besar Kota Paling Toleran di Indonesia versi Setara Institute melalui riset Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam agenda peluncuran dan seremoni penghargaan IKT 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu (22/4/2026). Keberhasilan ini menegaskan bahwa fondasi kebinekaan di Kota Kediri tidak hanya sekadar semboyan, namun telah menjadi realitas sosial yang stabil berkat sinergi kebijakan birokrasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Berdasarkan hasil penilaian komprehensif tahun ini, Kota Kediri menduduki peringkat kedelapan dengan perolehan skor 5,792. Posisi yang konsisten sejak tahun sebelumnya ini mencerminkan adanya kesinambungan komitmen politik yang kuat dalam memelihara iklim keberagaman di tengah dinamika sosial yang kian kompleks. Kesamaan visi antara kepemimpinan daerah dengan kebutuhan akar rumput menjadi kunci utama stabilitas tersebut.

“Terima kasih kepada jajaran Setara Institute ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami bisa mempertahankan capaian ini. Dengan adanya penghargaan Indeks Kota Toleran kita bisa sama-sama belajar dan mengetahui bahwa Indonesia ini kaya, baik kaya akan budaya dan agama. Sehingga kita bisa belajar dari satu kota ke kota lain mengenai toleransi,” ujar

Vinanda Prameswati dalam sambutannya sebagai wali kota termuda yang kini memimpin Kediri.

Meskipun secara administratif wilayah ini memiliki cakupan yang tidak terlalu luas dengan populasi sekitar 300 ribu jiwa, Kota Kediri menyimpan kekayaan kultur dan pluralisme agama yang sangat kental. Identitasnya sebagai Kota Santri, ditandai dengan menjamurnya pondok pesantren besar, nyatanya justru menjadi pilar pendukung terciptanya toleransi yang inklusif.

Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda, menekankan bahwa kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang keyakinan dalam setiap momentum daerah adalah pemandangan rutin di sana.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan keagamaan seluruh unsur agama ini selalu hadir lengkap. Hal ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang kami miliki,” ungkapnya.

Keberhasilan mempertahankan predikat ini juga tidak lepas dari peran krusial Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang proaktif memitigasi potensi gesekan dan merawat dialog antarwarga. Prestasi peringkat kedelapan nasional ini pun didedikasikan sepenuhnya bagi seluruh warga Kota Kediri yang telah bekerja keras menjaga kondusivitas wilayah.

Melalui penguatan inovasi di masa mendatang, pemerintah kota menargetkan pencapaian yang lebih tinggi demi memperkokoh posisi Kediri sebagai rujukan toleransi di Jawa Timur dan Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, termasuk FKUB, yang selama ini terus menjaga keamanan dan kerukunan di Kota Kediri. Ke depan, kami berharap dapat terus meningkatkan capaian ini, bahkan meraih peringkat pertama, tentunya melalui berbagai inovasi yang akan terus kami kembangkan,” tandas Vinanda.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *