Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Tetap Berkantor Meski Ada WFH, Bahlil Lahadalia Terlihat Bertemu Dedi Mulyadi – lkipartaigolkar

Tetap Berkantor Meski Ada WFH, Bahlil Lahadalia Terlihat Bertemu Dedi Mulyadi

Share your love

LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDMBahlil Lahadalia mulai memberlakukan work from home (WFH) bagi sebagian pegawai di kantornya. Bertepatan dengan itu, Bahlil turut menyambut Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi saat kunjungan ke kantor Kementerian ESDM.

Bahlil mengatakan, WFH berlaku untuk sebagian pegawai di bawah tingkat eselon II. Sementara, dia dan eselon I masih tetap masuk kantor seperti biasa

“(WFH berlaku untuk) Eselon dua ke bawah, (eselon) satu (dan) dua kita tetap full di kantor dan sebagian untuk di bawah itu WFH, sebagian tapi ya,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Momen menarik terlihat selepas ibadah salat jumat di kawasan Kementerian ESDM. Bahlil keluar masjid lalu berjalan bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM. 

Sambil berjalan ke arah awak media, Bahlil mengenalkan KDM yang berjalan bersamanya. Dalam jarak sekitar 10 meter dari masjid, keduanya nampak berbincang santai.

“Ada Gubernur Jawa Barat,” sebut Bahlil sambil menunjuk KDM di sebelah kirinya.

Kendati begitu, dia tak mengungkap hal yang akan dibahas keduanya. Saat ditanya awak media, baik Bahlil dan Kang Dedi Mulyadi (KDM) hanya melempar senyum. “Silakan pak KDM ya,” ucap Bahlil seraya masuk ke ruang kantornya.

Dia tak sendirian, Bahlil turut didampingi oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung hingga Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman hingga Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno.

Kantor Bahlil Lahadalia Mulai WFH

Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menjalankan kebijakan work from home (WFH). Namun, pejabat setingkat eselon II ke atas tetap diwajibkan masuk kantor.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebijakan pemerintah tersebut telah berjalan di kantornya. 

“Ya, sesuai dengan aturan bahwa WFH,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menteri-Eselon I Tetap Masuk

Dia menuturkan, WFH hanya berlaku bagi pegawai dengan tingkat di bawah eselon II. Itu pun, berlaku untuk sebagian unit saja.

Sementara itu, Menteri hingga pejabat eselon I tetap masuk kantor di hari pertama WFH ini berlaku. “(WFH berlaku untuk) Eselon dua ke bawah, (eselon) satu (dan) dua kita tetap full di kantor dan sebagian untuk di bawah itu WFH, sebagian tapi ya,” tutur Bahlil.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, kantor Kementerian ESDM memang nampak lebih lengang dari biasanya. Suasana bagian dalam kantor tak begitu dipenuhi oleh pegawai, hanya ada beberapa petugas kebersihan dan pegawai yang masih masuk kerja. Kemudian, kantin yang terlihat ramai menjelang jam makan siang pun terlihat lengang dari biasanya. 

WFH ASN Berlaku, Jakarta Lebih Lengang dari Biasanya

Sebelumnya, kebijakan WFH ASN tiap Jumat langsung terasa di jalanan Jakarta. Volume kendaraan dilaporkan turun signifikan. Arus lalu lintas Jakarta pada pagi hari terpantau lebih lancar.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin memantau langsung kondisi lalu lintas sejak pagi. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, penurunan volume kendaraan terlihat jelas di sejumlah ruas.

“Saat ini kira-kira 09.20 WIB dari pagi tadi, kami pantau memang ada pengurangan volume yang cukup signifikan,” ujar Komarudin kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Kelancaran tampak di ruas utama. Jalan Sudirman dari selatan ke utara maupun sebaliknya mengalir lebih baik. Kondisi serupa terjadi di kawasan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda.

Titik yang biasanya padat seperti Layang Ladokgi juga tidak menunjukkan kepadatan panjang. Akses masuk Jakarta dari barat ke timur masih ramai, namun belum memicu kepadatan berarti.

“Iya, Jakarta hari ini lebih lancar,” ujar dia.

Kondisi di Simpul Kemacetan

Di simpul kemacetan seperti Semanggi, kepadatan tetap ada namun tidak mengular panjang. Antrean kendaraan terlihat lebih pendek dibanding hari biasa. Meski begitu, tidak semua ruas bebas hambatan. Kemacetan masih terjadi dari arah barat, Slipi menuju Semanggi.

Komarudin menjelaskan, kepadatan di titik itu dipicu faktor perpotongan arus. Ada pertemuan kendaraan dari tol yang keluar ke Semanggi, jalur Trans Jaktta, arteri Slipi, hingga akses kecil dari Benhil.

“Ini tidak lebih disebabkan karena faktor krosing,” ujar dia.

Selain itu, arus dari Semanggi menuju Sudirman dan dari Benhil ke arah Cawang turut menambah beban di titik tersebut. “Selebihnya kepadatan volume saja,” ucap dia.

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *