
Survei IPO: Bahlil Menteri Paling Populer raih 37,5% Top Of Mind
Share your love
LKI Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi teratas dalam kategori top of mind menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Bahlil meraih 37,5 persen, mengungguli sejumlah menteri lainnya dalam hal ingatan spontan masyarakat.
Hasil survei tersebut dinilai menunjukkan bahwa kebijakan Bahlil di sektor energi dan sumber daya mineral mendapat perhatian publik. Politikus muda Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, menilai sejumlah kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat nama Bahlil banyak diingat.
“Kebijakan yang memberikan ruang kepada rakyat kecil, mulai dari pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, hingga menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan negara berpihak kepada rakyat,” kata Arief yang juga Sekretaris Akademi Partai Golkar saat dihubungi, Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026), Bahlil berada di urutan pertama kategori top of mind dengan 37,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Abdul Muhaimin Iskandar dengan 34,1 persen, Zulkifli Hasan 21,7 persen, serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 16,5 persen.
Dalam kategori pengenalan menteri setelah responden diberikan daftar nama, Bahlil juga menempati posisi teratas dengan perolehan 70,4 persen. AHY berada di urutan berikutnya dengan 62,5 persen, disusul Abdul Muhaimin Iskandar sebesar 60,9 persen dan Zulkifli Hasan 48 persen.
Arief menilai pengenalan publik terhadap Bahlil tidak terlepas dari kebijakan pemerintah di sektor energi dan sumber daya alam. Menurut dia, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional, tetapi juga dari kesempatan masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.
“Keberpihakan ekonomi tidak cukup diwujudkan melalui pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, memperoleh manfaat dari sumber daya alam, serta terlindungi daya belinya,” jelas Arief.
Ia menambahkan, kebijakan membuka akses pengelolaan sumur minyak rakyat dan pertambangan rakyat sejalan dengan upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Sementara itu, upaya mempertahankan harga BBM bersubsidi dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Presiden Prabowo berulang kali menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Dalam pandangan saya, kebijakan Bahlil mengenai sumur rakyat dan tambang rakyat memperlihatkan upaya membuka akses ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Selain kebijakan di sektor minyak dan pertambangan, Arief menyoroti agenda transisi energi yang dijalankan Bahlil. Ia menilai dorongan untuk mengembangkan berbagai sumber energi bersih turut menarik perhatian generasi muda.
“Selain itu, kebijakan Menteri Bahlil terhadap transisi energi, dengan mendorong berbagai alternatif sumber energi bersih di Indonesia menjadikannya kini digandrungi orang muda,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra menjelaskan bahwa kategori top of mind mengukur kemampuan responden menyebut nama menteri secara spontan tanpa terlebih dahulu diberikan daftar nama.
Survei IPO dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



