
Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Dipuji Wakil Ketua Komisi I DPR
Share your love
LKI Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik global.
Dave menekankan bahwa pengelolaan APBN yang cermat dan kebijakan fiskal yang dinamis menjadi kunci utama dalam meredam dampak kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah dan Eropa, sambil tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, menegaskan bahwa memperkuat kedaulatan nasional menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin dinamis dan kompleksnya persaingan geopolitik dunia.
Di saat yang sama, ia mengingatkan agar Indonesia tetap konsisten memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menjalin hubungan dengan berbagai negara.
Pernyataan ini disampaikan Dave dalam diskusi publik bertajuk “Memperkuat Kedaulatan Bangsa di Era Dinamika Persaingan Global”.
Kegiatan yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).
Dalam pemaparannya, Dave menyoroti sejumlah konflik besar yang masih berlangsung hingga saat ini, mulai dari peperangan antara Rusia dan Ukraina, hingga ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, berbagai ketegangan internasional tersebut memberikan dampak nyata terhadap kondisi perekonomian dunia, salah satunya terlihat dari fluktuasi dan kenaikan harga minyak mentah di pasar global.
Dampak ini berpotensi merembet ke stabilitas ekonomi negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Meski demikian, Dave memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Indonesia. Ia menilai pemerintah mampu menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah gejolak tersebut berkat penerapan kebijakan fiskal yang dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan situasi.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tepat sasaran menjadi kunci utama dalam meredam dampak negatif yang ditimbulkan oleh ketidakstabilan perekonomian global.
Menurut Dave, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, telah mampu mengendalikan dampak kenaikan harga minyak dunia dengan sangat baik.
“Hal ini tidak lepas dari pengelolaan anggaran negara yang dikelola secara cermat dan bertanggung jawab,” ujar Dave.
Lebih lanjut, Dave juga mengingatkan akan adanya berbagai ancaman tersembunyi atau yang kerap disebut sebagai ancaman hibrida yang perlu diwaspadai oleh seluruh elemen bangsa.
Ancaman ini muncul sebagai dampak lanjutan dari berbagai konflik dan persaingan yang terjadi di tingkat internasional.
Ia juga menyebutkan potensi ketegangan yang dapat terjadi di kawasan strategis, seperti Laut China Selatan, serta dinamika hubungan antara China dan Taiwan yang terus menjadi perhatian dunia.
Di tengah berbagai kemungkinan perubahan situasi tersebut, Dave menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk senantiasa menjaga keseimbangan dalam menjalin kerja sama dan hubungan dengan berbagai negara besar maupun mitra strategis. Ia menjelaskan, China merupakan mitra dagang utama yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional.
Di sisi lain, kerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Eropa juga sangat penting, terutama dalam upaya pengembangan teknologi dan peningkatan nilai investasi yang masuk ke Indonesia.
Dave menekankan bahwa hubungan luar negeri harus dikelola dengan keseimbangan yang baik.
“Kita tidak boleh berpihak kepada satu blok kekuasaan tertentu, melainkan berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi pedoman bangsa ini sejak dahulu,” tegasnya.



