Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Sepakat Bentuk Tim Khusus Komdigi Gandeng Meta Berantas Spam Judol - lkipartaigolkar

Sepakat Bentuk Tim Khusus Komdigi Gandeng Meta Berantas Spam Judol

Share your love

LKI Golkar – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng Meta membentuk tim khusus untuk memperkuat upaya pemberantasan spam promosi judi online (judol) yang marak membanjiri kolom komentar di media sosial. Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan spam judol dalam beberapa pekan terakhir, khususnya di platform Instagram dan Facebook.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pembentukan tim bersama menjadi salah satu hasil utama pertemuannya dengan jajaran Meta Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

“Kami bertemu dengan Meta dan menemukan kesepakatan penting. Yakni membentuk tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judol, khususnya modus terbaru berupa komentar-komentar spam yang meresahkan masyarakat,” kata Meutya dalam keterangan resminya dikutip Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Meutya didampingi Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar dan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya.

Sementara dari pihak Meta hadir Director of Public Policy Southeast Asia Sarim Aziz serta Head of Public Policy Indonesia and Philippines Berni Moestofa.

Eks jurnalis televisi ini mengungkapkan, berdasarkan data Komdigi, tercatat dalam dua pekan terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen spam promosi judol dibandingkan rata-rata temuan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Hasil analisis menunjukkan para pelaku memanfaatkan jaringan bot secara terorganisasi untuk membanjiri kolom komentar akun-akun dengan jangkauan publik tinggi, seperti akun Pemerintah, media, tokoh publik, hingga influencer.

Berdasarkan pemantauan Komdigi, penyebaran spam promosi judol paling banyak ditemukan di platform Instagram dan Facebook.

Meutya menjelaskan, penanganan spam di kolom komentar memiliki tantangan berbeda dibandingkan penindakan terhadap situs maupun akun pelaku judol.

Komdigi memiliki kewenangan melakukan langkah-langkah preventif, termasuk pemutusan akses terhadap akun atau konten yang melanggar hukum.

Namun, ketika promosi judol disisipkan pada kolom komentar akun resmi Pemerintah, media, atau tokoh publik, kewenangan moderasi berada di tangan platform digital.

“Yang menjadi sasaran justru akun-akun resmi karena memiliki jangkauan luas. Sementara intervensi terhadap kolom komentar berada pada platform. Teknologinya ada di platform,” ujarnya.

Karena itu, dia mengharapkan Meta memperkuat sistem moderasi, deteksi bot, dan penyaringan spam agar ruang digital Indonesia lebih terlindungi.

Selain memperkuat langkah preventif, Komdigi terus berkoordinasi dengan Polri, OJK, PPATK, dan BSSN untuk memperkuat penegakan hukum, memutus aliran dana, serta membongkar jaringan kejahatan digital yang berada di balik promosi judi online.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar menambahkan, selain judol, Meta telah menutup sekitar 185 ribu akun anak dalam dua bulan terakhir sebagai bentuk kepatuhan terhadap PP Tunas.

Menurut Alexander, Meta menjadi salah satu platform digital besar yang telah menyampaikan laporan penutupan akun anak kepada Pemerintah.

Dengan tambahan tersebut, total akun anak yang telah ditutup berbagai platform digital kini mencapai lebih dari 4,8 juta akun, terdiri atas sekitar 4,1 juta akun di TikTok, 600 ribu akun di YouTube, dan 185 ribu akun di platform milik Meta.

“Total berarti sekitar 4,7 juta yang kemarin, ditambah 185 ribu, jadi sekitar 4,8 juta akun,” ungkap Alexander.

Dia menambahkan, Komdigi masih menunggu laporan berkala dari platform digital lain yang hingga kini belum menyampaikan langkah-langkah perlindungan dan penindakan terhadap akun anak.

“Platform yang lain belum ada laporan masuk. Kita sudah minta mereka untuk memberikan laporan rutin, tetapi belum disampaikan,” katanya.

Head of Public Policy Indonesia and Philippines Meta Berni Moestofa menegaskan kesiapan Meta untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan digital.

“Pelaku terus mengubah cara mereka beroperasi dan selalu beradaptasi sehingga tantangan pencegahannya semakin kompleks. Meta siap berkolaborasi dengan Komdigi dan membentuk tim bersama untuk memperkuat penanganan spam promosi judi online,” ujar Berni.

Tim bersama Komdigi dan Meta nantinya akan berfokus pada penguatan sistem moderasi, percepatan deteksi akun bot, peningkatan efektivitas penanganan komentar spam, serta penguatan koordinasi dalam menghadapi berbagai perkembangan modus kejahatan digital.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *