
Pesan Perdana Sarmuji usai Sertijab Menteri Perindustrian
Share your love
LKI Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pejabat dan jajarannya agar tidak memberikan perlakuan spesial atau penghormatan berlebih kepada dirinya selama ia memimpin.
Sarmuji menyadari bahwa tradisi birokrasi protokoler yang terlalu kaku kerap menciptakan jarak antara pimpinan dan bawahan.
Oleh karena itu, ia ingin membangun budaya kerja internal yang terbuka, egaliter, dan mengedepankan kolaborasi dua arah. Menurutnya, perlakuan yang berlebihan dari aparatur kementerian justru akan menjadi bumerang bagi kinerja institusi karena berpotensi menutup ruang diskusi yang kritis dan konstruktif.
“Jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya. Jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Nanti penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, akan mempertajam dinding-dinding,” tegas Sarmuji dalam sambutan perdananya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Jumat (2/10/2026), usai dilantik menjadi menperin pada Kamis (1/10/2026).
Sarmuji membeberkan bahwa sekat-sekat birokrasi tersebut pada akhirnya hanya akan membatasi ruang bagi para pegawai untuk berdiskusi, berdialektika, serta memberikan masukan maupun saran yang objektif terhadap setiap kebijakan strategis industri yang akan diambil.
Dia ingin setiap keputusan lahir dari pemikiran bersama yang matang tanpa ada rasa sungkan dari bawahan untuk mengoreksi atasannya.
Sikap untuk menanggalkan sekat birokrasi ini tidak hanya ditekankan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya.
Sarmuji juga secara terbuka meminta sang istri untuk terus belajar bersahaja dan meneladani sosok pendahulunya, Agus Gumiwang Kartasasmita beserta sang istri, Loemongga Haoemasan, yang dinilainya selalu tampil humble dan rendah hati.
Gaya kepemimpinan yang cair dan terbuka ini sejalan dengan visi besar Sarmuji untuk memajukan sektor manufaktur nasional. Ia mengajak seluruh keluarga besar Kemenperin untuk berani membangun narasi dan mimpi besar tanpa harus terkungkung sejak awal oleh pemikiran mengenai kendala.
Dia juga meminta jajarannya untuk memprioritaskan pemetaan peluang agar sektor industri benar-benar mampu menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyelamatan tenaga kerja. Sarmuji meyakini bahwa komunikasi yang cair dan tanpa sekat akan mempermudah kolaborasi tim yang solid di Kemenperin. Hal ini termasuk kerja samanya dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
Keduanya memiliki rekam jejak kedekatan yang unik dan dinamis saat berada di Komisi VI DPR RI, di mana Faisol sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi dan Sarmuji sebagai Wakil Ketua. Namun, kini posisi keduanya berbalik di eksekutif.



