Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Penghuni Asrama Sekolah Rakyat Kediri 222 Siswa, Begini Kata Mbak Vinanda - lkipartaigolkar

Penghuni Asrama Sekolah Rakyat Kediri 222 Siswa, Begini Kata Mbak Vinanda

Share your love

LKI Golkar – Ratusan calon siswa Sekolah Rakyat Kota Kediri resmi mulai menempati fasilitas asrama pada Senin (13/7/2026). Aktivitas hari pertama ini ditujukan sebagai persiapan menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diawali dengan registrasi ulang, pembagian kamar, pengenalan lingkungan sekolah, hingga proses adaptasi tinggal di asrama.


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan fasilitas lengkap tanpa dipungut biaya.

“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Harapannya mereka dapat belajar dengan aman, nyaman, serta memiliki kesempatan meraih cita-cita setinggi mungkin,” kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Senin (13/7/2026).

Vinanda menambahkan, konsep sekolah berasrama (boarding school) ini memungkinkan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi dalam satu kawasan, mulai dari tempat belajar, asrama, hingga konsumsi. Sekolah juga akan memfasilitasi pengembangan bakat dan minat siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Kuota Terisi 222 Siswa, Pendaftaran Masih Dibuka


Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin menjelaskan, hingga hari pertama open house tercatat sudah ada 192 siswa asal Kota Kediri yang mendaftar. Selain itu, terdapat 30 siswa kelas VII titipan dari Sekolah Rakyat Mojokerto, sehingga total siswa yang mulai menghuni asrama saat ini mencapai 222 orang dari kuota total 270 siswa.

“Penerimaan masih dibuka hingga MPLS berakhir sesuai arahan Kementerian Sosial. Bahkan sudah ada tambahan sekitar 12 calon siswa yang sedang diproses,” kata Imam.

Imam menyebut kesiapan operasional Sekolah Rakyat kini telah mencapai sekitar 94 persen. Gedung SMP dan SMA sudah siap digunakan, sedangkan penyelesaian gedung SD ditargetkan rampung pada akhir Juli. Selama masa transisi, siswa SD akan menggunakan fasilitas bersama dengan pengaturan yang dipisah.

Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri Neneng Rusmayanti mengatakan pelaksanaan MPLS diawali pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh, mulai dari kesehatan gigi, tinggi dan berat badan, hingga kondisi kesehatan lainnya.

Selain itu, siswa juga diwajibkan mengikuti tes diagnostik untuk memetakan bakat, minat, potensi, serta kebutuhan pendampingan agar proses pembelajaran dapat disesuaikan sejak awal.

“Tes ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan sekaligus memetakan bakat dan potensi setiap anak agar pembinaan selama di Sekolah Rakyat lebih optimal,” ujar Neneng.

Selama dua pekan pertama, proses pendampingan siswa akan dipandu oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan wali asrama dari Sekolah Rakyat Mojokerto. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari mentoring sebelum tenaga kependidikan yang disiapkan Kementerian Sosial resmi bertugas.

Neneng menambahkan Sekolah Rakyat tetap menggunakan kurikulum nasional seperti sekolah reguler pada umumnya. Bedanya sistem pendidikan berasrama yang menitikberatkan pembentukan karakter, kemandirian, dan disiplin.

Seluruh siswa juga memperoleh fasilitas belajar modern, termasuk laptop dan ruang kelas berbasis smart TV, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik dengan seluruh pembiayaan ditanggung sekolah.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *