
Pemkab Nagan Raya Minta Pemerintah Percepat Pembangunan 647 Huntap
Share your love
LKI Golkar – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat penyintas banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, yang terdampak parah bencana alam pada 26 November 2025.
“Dari empat desa yang ada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dua desa di antaranya mengalami kerusakan parah,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan dalam keterangan diterima Kamis.
Saat ini, kata dia, tercatat sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap. Untuk lokasi pembangunan, seluruh pertapakan lahan telah selesai disiapkan dan siap digunakan untuk pembangunan.
Teuku Raja Keumangan mengatakan sebelumnya permohonan ini juga sudah ia sampaikan di hadapan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, pada Selasa (9/6) lalu di Banda Aceh.
Ia menjelaskan, bencana banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Nagan Raya yaitu Beutong Ateuh Banggalang, Kecamatan Darul Makmur, Kecamatan Tripa Makmur serta sebagian kecil di Kecamatan Tadu Raya.
Namun, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
“Harapan kami, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap di Nagan Raya, sehingga masyarakat korban banjir di Nagan Raya dapat segera menempati hunian tetap dan menata kehidupan agar semakin lebih baik dan layak,” demikian Bupati Teuku Raja Keumangan.



