
MTQ XII Kepri Resmi Dimulai, Ansar Titip Harapan untuk Generasi Qurani
Share your love
LKI Golkar – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)resmi dimulai di Pelataran Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026) malam.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap ajang tersebut tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Ansar membuka secara resmi pelaksanaan MTQ XII Kepri yang akan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Juli 2026. Ia mengapresiasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku tuan rumah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ tahun ini.
“MTQ ke-XII tingkat Provinsi Kepri ini akan dilaksanakan selama 6 hari, dimulai tanggal 4 hingga 9 Juli 2026. Perlombaan sebanyak 8 cabang dengan 56 golongan dan diikuti oleh 370 peserta dari hasil seleksi Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri,” ujar Ansar, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Ansar berharap MTQ menjadi ajang pembinaan yang mampu mencetak qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan rasa bangga karena Tanjungpinang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ XII Kepri.
“Alhamdulillah kami terima dan akan laksanakan amanah ini dengan sukses dan penuh rasa syukur serta tanggung jawab sebagai bentuk kepercayaan seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau kepada Kota Tanjungpinang,” kata Lis.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus mendukung pembinaan generasi Qurani melalui lembaga pendidikan Al-Qur’an, Quran Center, rumah tahfiz, kegiatan syiar Islam, serta pembinaan kafilah MTQ secara berkelanjutan.
Menurut Lis, MTQ bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga media dakwah, sarana pendidikan, dan wahana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Penyelenggaraan MTQ ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Karena MTQ bukan sekadar arena perlombaan untuk mencari juara, namun lebih dari itu. MTQ merupakan media dakwah, sarana pendidikan, wahana syiar Islam dan momentum memperkuat kecintaan umat terhadap Al Quran serta membangun masyarakat yang berakhlak mulia, berilmu, toleransi, serta memiliki semangat persatuan yang kuat,” jelasnya.



