
Misbakhun Dorong Literasi Keuangan bagi Santri di Probolinggo
Share your love
LKI Golkar – Penguatan pemahaman keuangan di lingkungan pesantren menjadi perhatian Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam kegiatan edukasi bagi ratusan santri dan tenaga pengajar di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026). Program yang melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut bertujuan membekali santri dengan keterampilan mengelola keuangan secara bijak, dilansir dari Money.
Kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan itu berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Pondok Pesantren Darul Ulum. Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama Komisi XI DPR RI dengan LPS dalam rangka masa reses DPR.
Misbakhun menilai, pengetahuan keuangan dapat membantu santri mengambil keputusan finansial dengan lebih tepat, baik selama menempuh pendidikan di pesantren maupun setelah beraktivitas di tengah masyarakat. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan ekonomi mereka kelak.
Menurut Misbakhun, manfaat edukasi keuangan tidak terbatas pada lingkungan pendidikan, tetapi juga dapat dirasakan ketika santri mulai berkontribusi di masyarakat.
“Manfaatnya bukan hanya saat santri di pesantren, melainkan juga ketika nanti sudah berkarya di tengah masyarakat,” ujar Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Misbakhun menjelaskan bahwa Komisi XI DPR RI memiliki sejumlah mitra strategis, termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS. Kerja sama dengan lembaga-lembaga tersebut dinilai dapat memperluas pelaksanaan edukasi keuangan yang menjangkau masyarakat secara langsung.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan LPS dalam kegiatan di Probolinggo. Menurut Misbakhun, kehadiran lembaga negara di daerah merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program yang melibatkan mitra kerja Komisi XI DPR RI.
Misbakhun menekankan pentingnya memastikan peran lembaga negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Peran negara harus dirasakan oleh masyarakat. Saya dipilih oleh masyarakat, dan setelah dipilih jangan sampai kemudian lupa kepada yang memilih. Saya ingin menghadirkan mitra kerja Komisi XI untuk bersama-sama memberikan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.
Ia berharap kolaborasi Komisi XI DPR RI dengan lembaga mitra dapat berlanjut melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan literasi keuangan di pesantren menjadi salah satu bentuk kerja sama yang diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut.
Selain memberikan edukasi keuangan, kegiatan itu juga mencakup penyerahan bantuan perlengkapan pendidikan dari LPS kepada Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Pondok Pesantren Darul Ulum. Bantuan tersebut terdiri atas proyektor, laptop, lemari, mainan edukasi anak, meja dan kursi sekolah, serta meja guru.
Misbakhun menyatakan bahwa dukungan fasilitas diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di pesantren. Ia menyoroti peran kiai, pengasuh, dan tenaga pendidik dalam mencerdaskan generasi bangsa, termasuk ketika mereka menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.
Dalam pandangannya, dukungan dari lembaga yang memiliki peran strategis diperlukan agar pengelola pesantren tidak menanggung sendiri beban penyelenggaraan pendidikan yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
“Kalau kita melihat para kiai, guru, dan pengelola pesantren yang berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa, mereka ini menjalankan amanah yang besar. Kalau tidak dibantu oleh lembaga-lembaga yang mempunyai peran strategis di negara, mereka akan memanggul beban itu sendirian, padahal manfaat pendidikan yang mereka berikan dirasakan masyarakat luas,” ujar Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.



